Rupiah Melemah Saat Indeks Dolar AS Tertekan, Intervensi Independesi BI Jadi Sorotan

BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah melemah saat indeks dolar Amerika Serikat (AS) justru sedang tertekan. Hal itu, dipengaruhi rumor terkait intervensi pemerintah terhadap independensi Bank Indonesia (BI).

Berdasarkan data transaksi antarbank hari ini, kurs rupiah dibuka melemah 0,18% atau 30 poin menjadi Rp16.985 per dolar AS dari level sebelumnya Rp16.955 per dolar AS.

Sementara di pasar spot nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,24% menjadi Rp16.983 per dolar AS. Hingga pukul 10:20 WIB, pelemahan kurs rupiah mulaiberkurang dan terpantau berada di level Rp16.979 per dolar AS.

Pelemahan nilai tukar rupiah terjadi justru di saat indeks dolar AS pada pembukaan perdagangan pagi ini terkoreksi 0,26% di level 99.134. Sejumlah mata uang Asia jugta terpantau melemah terhadap dolar AS, antara lain Won Korea Selatan (-0,32%), Dolar Taiwan (-0,13%), Dolar Singapura (-0,05%), dan Yen Jepang (-0,04%).

Pelemahan dolar AS terjadi seiring ancaman Presiden Donald Trump untuk memberlakukan tarif impor sebesar 10% terhadap 8 negara eropa yang dinilai menentang rencana AS mengendalikan Greenland.

Hal itu, membuat investor khawatir terjadi perang tarif baru, yang akan menambah ketidakpastian global, sehingga aksi jual US Treasury pun terjadi. Aksi tersebut membuat imbal hasil obligasi AS melonjak dari kisaran 4,13% ke 4,25%.

Secara teknikal, aksi jual US Treasury justru menjadi sentimen positif bagi pasar keuangan emerging market. Meski demikian, rupiah justru melemah imbas rumor terkait intervensi pemerintah terhadap independensi BI.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Menteri Keuagan (Wamenkeu), Thomas Djiwandono, dirumorkan akan ditempatkan pemerintah di Bank Indonesia (BI). Dia akan menjalani magang sebagai Deputi Gubernur BI.

Kabar tersebut, santer beredar di kalangan media pada Minggu (18/1/2026), melalui sumber yang menolak disebut identitasnya. Menurut sumber, penunjukan Wamenkeu yang bernama lengkap Thomas
Aquinas Muliatna Djiwandono tersebut, merupakann tahap awal atau proses pembelajaran sebelum yang bersangkutan menduduki posisi Gubernur BI menggantikan Perry Warjiyo.

Para ahli menilai, masuknya orang pemerintah ke jajaran Dewan Gubernur BI merupakan bentuk intervensi terhadap independensi Bank Sentral. Hal itu, dikhawatirkan akan memicu gejolak di pasar keuangan, karena meningkatnya ketidakpercayaan investor.

Di sisi lain, penguatan diprediksi terbatas mengingat investor masih wait and see dengan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI), pada Rabu (21/1/2026).

Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diprediksi melemah terbatas dengan bergerak di kisaran level Rp16.900 per dolar AS, hingga Rp17.000 per dolar AS. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

IHSG Menguat Uji Level 9.200 Ditopang Ekspetasi Pembagian Dividen

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis Jadi Rp2.705.000 per Gram

BRIEF.ID - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk...

Perancang Busana Valentino Garavani Meninggal Dunia

BRIEF.ID – Perancang busana Italia, Valentino Garavani meninggal dunia...

Kecelakaan KA Tewaskan 40 Orang, PM Spanyol Umumkan Tiga Hari Masa Berkabung

BRIEF.ID - Pemerintah Spanyol memulai tiga hari masa berkabung...