Rupiah Melemah ke Rp16.850 per Dolar AS Imbas Penurunan Indeks Keyakinan Konsumen

BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs)  rupiah pada perdagangan hari ini, Rabu (16/4/2025), melemah ke Rp16.850 per dolar AS, imbas Penurunan Indeks Keyakinan Konsumen pada Maret 2025.

Pada pembukaan perdagangan hari ini, kurs rupiah di pasar spot dibuka lesu dengan pelemahan tipis 0,05% di level Rp16.823 per dolar AS.

Pelemahan rupiah terus berlanjut, seiring capital outflow yang berlanjut di pasar saham dan obligasi. Hingga pukul 10:30 WIB, rupiah terpantau berada di level Rp16.850 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah melemah akibat tertekan sentimen domestik seiring hasil survei terbaru Bank Indonesia, yang menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) merosot ke level terendah sejak Oktober 2024.

Survei Konsumen Bank Indonesia pada Maret 2025 mencatat IKK Maret 2025 berada pada level sebesar 121,1, seiring penurunan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK).

Adapun IKE dan IEK yang menjadi penopang IKK masing-masing tercatat 110,6 dan 131,7, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang masing-masing sebesar 114,2 dan 138,7.

IKE pada Maret 2025 didukung oleh seluruh komponennya, yaitu Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI), Indeks Pembelian Barang Tahan Lama/Durable Goods (IPDG), dan Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK).

Adapun IPSI tercatat sebesar 121,3, IPDG 110,2, dan IKLK 100,3. Meski seluruh komponen IKE tersebut berada pada level optimis, tercatat IPSI, IPDG, dan IKLK lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya, yang sebesar 122,7, 113,7, dan 106,2.

Hal itu, memicu pelemahan nilai tukar rupiah ketika mayoritas mata uang Asia bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini.

Berlanjutnya arus modal keluar (capital outflow) di pasar saham dan obligasi, semakin memperparah pelemahan rupiah pada perdagangan hari ini.

Adapun mata uang Asia yang menguat terhadap dolar AS, antara lain Baht Thailand (+0,75%), Peso Filipina (+0,34%), Yen Jepang (+0,33%), Dolar Singapura (+0,24%), Won Korsel (+0,14%), dan Yuan Offshore (+0,08%).

Sedangkan mata uang Asia yang melemah terhadap dolar AS seperti rupiah, yaitu Ringgit Malaysia (-0,1%), dan Yuan Tiongkok (-0,07%).

Secara teknikal, nilai rupiah hari ini diperkirakan melemah di level Rp16.850 per dolar AS, dan jika berhasil ditembus maka akan terus melemah ke level Rp16.900 per dolar AS. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Respons Penilaian Moody’s, Pemerintah Harus Segera Atasi Defisit Fiskal

BRIEF.ID - Pemerintah harus segera melakukan langkah nyata mengatasi...

Penilaian Moody’s Lebih Bahaya Dari MSCI, Pemerintah Jangan Anggap Enteng

BRIEF.ID - Pemerintah Indonesia harus waspada dan jangan menganggp...

Kinerja PT Unilever Indonesia Tbk Tahun Fiskal 2025

BRIEF.ID – Saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)  mencatatkan...

Indonesia Daily Brief (February 12, 2026)

TOP NEWS Tempo — Finance Minister Purbaya Yudhi Sadewa has...