BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa (24/2/2026), imbas People’s Bank of China (PBoC) menetapkan kurs tengah dolar AS-Yuan di level tinggi.
Pada pembukaan perdagangan hari ini, kurs rupiah di pasar spot dibuka melemah 0,2% menjadi Rp16.828 per dolar AS. Hingga pukul 11:00 WIB, nilai tukar rupiah terpantau semakin melemah ke level Rp16.835 per dolar AS.
Pelemahan rupiah terjadi seiring menguatnya indeks dolar AS sebesar 0,14% ke level 97,84, setelah tertekan semalam dua hari berturut-turut ke level 97,69.
Indeks dolar AS menguat seiring kebijakan teranyar PBoC, yang menetapkan kurs tengah (fixing) Dolar AS–Yuan di level yang lebih tinggi dari ekspektasi pasar.
PBoC menetapkan kurs Yuan terhadap Dolar AS aktual di 6,9414 berada di atas level yang tercatat pada hari perdagangan terakhir sebelum libur Tahun Baru Imlek. Sementara, pelaku pasar sebelumnya memperkirakan fixing di kisaran 6,92.
Hal ini menandakan sikap otoritas moneter yang masih berhati-hati dalam mengelola laju apresiasi renminbi. Kondisi tersebut lantas memicu penguatan dolar AS terhadap Yuan dan turut menekan mata uang utama lainnya seperti Euro dan Yen Jepang.
Pelemahan Yen Jepang terhadap dolar AS turut menyeret mata uang Asia lainnya, seperti Won Korea Selatan (-0,22%), disusul Ringgit Malaysia (-0,18%), Dolar Taiwan (-0,12%), dan Baht Thailand (-0,11%).
Selain itu, pelemahan rupiah juga masih dipengaruhi perkembangan tensi geopolitik Timur Tengah, seiring perkembangan negosiasi perjanjian nuklir antara AS-Iran.
Saat ini, pejabat tinggi AS dan Iran tengah membahas perjanjian nuklir, di mana Presiden AS, Donald Trump, telah memberikan waktu maksimal 15 hari untuk mencapai kesepakatan.
Sebagai bentuk tekanan, Trump telah mengirim pasukan militer dalam jumlah besar di kawasan Timur Tengah, dan memerintahkan penarikan staf non-darurat dari Kedutaan Besar AS di Beirut.
Hal ini, membuat pelaku pasar cenderung memborong dolar AS, dan menghindari transaksi di pasar keuangan emerging market untuk meminimalisasi risiko.
Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diperkirakan melemah terbatas dan bergerak di kisaran level Rp16.800 per dolar AS hingga Rp16.850 per dolar AS. (jea)


