BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat AS masih betah di level psikologis Rp17.000, karena tertekan lonjakan harga minyak dunia.
Pada awal sesi I perdagangan hari ini, Senin (6/4/2026), kurs rupiah di pasar spot dibuka melemah 0,006% di level Rp17.002 per dolar AS, seiring lonjakan harga minyak dunia yang menyentuh level US$112 per barel.
Pelemahan rupiah di pasar spot terus terjadi, bahkan sempat menyentuh level terendah di Rp17.057 per dolar AS, sebelum akhirnya ditutup di level Rp17.036 per dolar AS pada akhir sesi I perdagangan hari ini.
Tak hanya rupiah, sejumlah mata uang Asia, terutama di kawasan ASEAN juga melemah terhadap dolar AS, antara lain Peso Filipina (-0,58%), dan Ringgit Malaysia (-0,1%).
Ketidakpastian perundingan damai AS dan Iran, telah membuat dunia terancam krisis energi, seiring penutupan Selat Hormuz, yang menjadi jalur utama distribusi minyak dunia.
Pada pekan lalu, tensi Konflik Timur Tengah sempat mereda seiring pernyataan Presiden Trump, yang ingin mengakhiri perang dan mencapai kesepakatan perdamaian dengan Iran.
Namun dalam pernyataan terbaru, Presiden Trump memberikan deadline kepada Iran untuk mencapai kesepakatan, dan membuka Selat Hormuz paling lambat Selasa (7/4/2026) pukul 01:30 dinihari waktu setempat.
Trump mengatakan akan mengerahkan militer AS untuk menghancurkan setiap pembangkit listrik dan infrastruktur penting di Iran, jika kesepalatan damai, dan pembukaan Selat Hormuz tidak tercapai sampai batas waktu tersebut.
Ancaman Trump tidak membuat Otoritas Iran ciut. Sebaliknya pihak Iran menganggap ancaman Presiden Trump sebagai tindakan yang menunjukkan ketidakberdayaan, kegugupan, dan kebodohan dalam memahami kondisi perang yang dimulai oleh AS.
Dampaknya, harga minyak dunia melonjak hingga menyentuh US$112 per barel, dan mempengaruhi pergerakan dolar AS sebagai mata uang dunia, begitu juga pasar saham.
Sementara dari dalam negeri, sentimen negatif datang dari arus modal asing keluar (foreign capital outflow), yang terus terjadi di pasar saham maupun pasar surat utang.
Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diprediksi masih bergerak melemah karedi kisaran level 17.000 per dolar AS hingga Rp17.100 per dolar AS. (jea)


