Rupiah Loyo Lagi ke Level Rp16.500 per Dolar AS Gara-Gara Asing Lanjut Lepas Saham dan SBN

BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) loyo lagi ke level Rp16.500 per Dolar AS pada perdagangan akhir pekan, Jumat (21/3/2025).

Berdasarkan data realtime Bloomberg, kurs rupiah di pasar spot  hari ini dibuka melemah tipis 0,06% di level Rp16.485 per dolar AS.

Hingga pukul 11:00 WIB, nilai tukar rupiah terpantau terus melemah hingga menyentuh level Rp16.500 per dolar AS, seiring aksi lepas saham dan Surat Berharga Negara (SBN) pemerintah di pasar modal.

IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpantau kembali tertekan setelah sempat dibuka menguat pada pembukaan perdagangan hari ini. Hingga pukul 11:00 waktu JATS, IHSG masih bergerak di zona merah, terkoreksi 2,21% di level 6.239.

Sementara di pasar surat utang, mayoritas imbal hasil (yield) SBN naik, yakni untuk tenor 2Y naik 1,3 basis poin menyentuh 6,643%. Sementara tenor 5Y naik 0,8 basis poin di 6,804%. Yield 10Y sebaliknya berubah sedikit di 7,108%.

Sementara itu, tenor lebih panjang mencatat kenaikan imbal hasil lebih besar, antara lain seperti tenor 11Y yang naik 9 basis poin kini di 7,123%, tenor 13Y naik 3,3 basis poin di level 7,146%. Sebaliknya yield SBN tenor 30Y turun 2,9 basis poin di 7,053%.

Pelemahan rupiah terjadi di tengah pergerakan mata uang Asia yang bergerak vatriatif, dan menduduki posisi ke-4 terendah pada perdagangan hari ini.

Mata uang Asia yang melemah, antara lain Baht Thailand (-0,41%), Yen Jepang (-0,15%), Peso Filipina (-0,10%), Dolar Singapura (-0,02%), dan Won Korsel 0,01%.

Sementara mata uang Asia yang menguat, antara lain Ringgit Malaysia (+0,1%), Yuan Offshore (+0,05%), Yuan Tiongkok (+0,04%), Dolar Taiwan (-0,03%), dan Dolar Hong Kong (+0,01%).

Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diperkirakan cenderung melemah, seiring situasi politik dan ekonomi Indonesia, yang mengkhawatirkan, dan memicu investor asing keluar dari pasar keuangan domestik.

Nilai tukar rupiah hari ini diperkirakan bergerak di kisaran level Rp16.480 per dolar AS hingga Rp16.500 per dolar AS, bahkan ada kemungkinan tertekan ke level Rp16.530 per dolar AS. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Goldman Sachs Naikkan Prediksi Harga Emas Dunia 2025 Jadi US$3.300 per Troy Ounce

BRIEF.ID - Lembaga keuangan dan investasi global, Goldman Sachs,...

Asing Beralih dari Saham ke Surat Utang, Harga Obligasi Korporasi Melonjak

BRIEF.ID - Kondisi ekonomi global yang berada dalam ketidakpastian,...

Prabowo Serahkan Zakat Melalui Baznas di Istana Negara

BRIEF.ID - Presiden  Prabowo Subianto menyerahkan zakat melalui Badan...

Jabat Komisaris Bank BUMN, BI Tetapkan Pemberhentian Tiga Pejabat

BRIEF.ID - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, melalui...