BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah loyo terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang mengalami rebound (lonjakan) imbas rilis data ekonomi terbaru, yang relatif stabil.
Berdasarkan data transaksi antarbank hari ini, Kamis (5/2/2026), kurs rupiah dibuka melemah 0,17% atau 28 poin menjadi Rp16.805 per dolar AS dari level sebelumnya Rp16.777 per dolar AS.
Sementara nilai tukar rupiah di pasar spot terkoreksi 0,21% ke level Rp16.810 per dolar AS. Hingga pukul 11:00 WIB, nilai tukar rupiah terpantau masih bergerak di zona merah dan berada di level Rp16.823 per dolar AS.
Pelemahan rupiah dipicu rebound dolar AS seiring rilis data ekonomi terbaru ISM Service (laporan bulanan yang mengukur kesehatan ekonomi, terutama sektor manufaktur dan jasa AS) masih bertahan di atas level 53, dan tekanan harga kembali menguat.
Hal itu, mengindikasikan kondisi ekonomi AS relatif stabil, sehingga pelaku pasar memprediksi Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) kemungkinan tidak akan melonggarkan kebijakan moneter termasuk memangkas suku bunga acuan secara agresif
Aktivitas sektor jasa AS yang tetap solid, meski data ketenagakerjaan di bawah ekspetasi, membuat investor kembali memburu dolar AS, begitu juga US Treasury.
Pada penutupan perdagangan Rabu (4/2/2026), indeks dolar AS menguat 0,18% menjadi 97,616 dibandingkan level sebelumnya 97,429. Pada perdagangan sesi pagi ini, indeks dolar AS kembali menguat 0,3% menjadi 97,653.
Penguatan dolar AS menekan sebagian besar mata uang Asia pada perdagangan hari ini, antara lain Baht Thailand (-0,28%), Ringgit Malaysia (-0,25%), dan Dolar Taiwan (-0,16%).
Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diprediksi bergerak konsolidatif dengan kecenderungan melemah terbatas di kisaran Rp16.750 per dolar AS hingga Rp16.850 per dolar AS. (jea)


