Rupiah Loyo Dekati Level Rp16.900 per Dolar AS Imbas Revisi Outlook Indonesia dari Moody’s

BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah loyo hingga mendekati level psikologis Rp16.900 per dolar Amerika Serikat (AS) imbas revisi lembaga pemeringkat global, Moody’s Investors Service (Moody’s) terhadap outlook Indonesia.

Berdasarkan data transaksi antarbank hari ini, Jumat (6/2/2026), kurs rupiah dibuka melemah 0,14% atau 23 poin menjadi Rp16.865 per dolar AS dari level sebelumnya Rp16.842 per dolar AS.

Sementara rupiah di pasar spot juga dibuka melemah 0,23% menjadi Rp16.868 per dolar AS. Hinga pukul 11:00 WIB, pelemahan rupiah menyusut le level Rp15.874 per dolar AS.

Sebagai informasi, Moody’s mengumumkan keputusan merevisi outlook Indonesia menjadi negatif, walaupun mempertahankan peringkat kredit pada level Baa2. Keputusan tersebut didasari penilaian terkait kebijakan pemerintah, dan keyakinan investor.

Risiko utama bagi outlook Indonesia berasal dari peningkatan ketergantungan terhadap belanja pemerintah serta ketidakpastian arah kebijakan fiskal.

Sementara dipertahankannya peringkat kredit Indonesia didukung oleh pertumbuhan ekonomi sekitar 5%, defisit fiskal yang terjaga di bawah 3%, Produk Domestik Bruto (PDB), dan rasio utang yang relatif rendah.

“Keputusan Moody’s mempertahankan peringkat Baa2 namun merevisi outlook Indonesia menjadi negatif, mencerminkan melemahnya prediktabilitas kebijakan, meningkatnya isu tata kelola, dan ketidakpastian yang dapat menekan kepercayaan investor,” kata Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede, seperti dikutip Antara, Jumat (6/2/2026).

Sentimen lain yang mempengaruhi pelemahan rupiah datang dari luar negeri, khususnya data terbaru Pemutusan Hubungan Kerja AS per Januari 2026, yang melonjak tajam menjadi 117,8% secara tahunan atau year on year (yoy).

Tercatat Initial Jobless Claims untuk pekan yang berakhir pada 31 Januari 2026 secara tak terduga naik menjadi 231.000 dari 209.000, melebihi ekspektasi pasar sebesar 212.000.

Indikator-indikator ini dinilai menunjukkan pelemahan pasar tenaga kerja AS, sehingga memperkuat ekspektasi pelaku pasar terhadap kemungkinan penurunan suku bunga acuan Federal Reserve (The Fed).

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, pergerakan nilai tukar rupiah hari ini diprediksi melemah, dan berada di kisaran Rp16.825 per dolar AS hingga Rp16.950 per dolar AS. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

OJK dan SRO Bertemu Tim Teknis MSCI, Pembenahan Bursa Ditargetkan Selesai Maret 2026

BRIEF.ID - Otoritas Jasa Keuangan dan Self Regulatory Organization...

Cadangan Devisa Menyusut US$1,9 Miliar per Januari 2026, Ini Pemicunya

BRIEF.ID - Bank Indonesia (BI) menyampaikan posisi cadangan devisa...

IHSG Terhempas ke Level 7.000, Tertekan Aksi Jual Saham Astra dan Gudang Garam

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Presiden Prabowo – PM Albanese Perkuat Kerja Sama Strategis

BRIEF.ID - Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan Perdana...