Rupiah Dibuka Menguat ke Level Rp16.850 per Dolar AS, BI Gencarkan Intervensi

BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah dibuka  menguat ke level Rp16.850 terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis (15/1/2026), seiring aksi Bank Indonesia (BI) menggencarkan intervensi.

Berdasarkan data transaksi antarbank hari ini, kurs rupiah dibuka menguat 0,08% atau 14 poin menjadi Rp16.851 per dolar AS dari level sebelumnya Rp16.865 per dolar AS.

Sementara  di pasar spot, rupiah dibuka menguat 0,42% ke Rp16.790 per dolar AS, namun kemudian berbalik tertekan. Hingga pukul 10:00 WIB, nilai tukar rupiah terpantau berada di level Rp16.872 per dolar AS.

Penguatan rupiah terutama ditopang intervensi, yang gencar dilakukan BI.  Pasalnya dalam sepekan terakhir nilai tukar rupiah terpuruk hingga 1%.

Melansir informasi Bank Indonesia, kemarin bank sentral ini melakukan sejumlah operasi moneter seperti lelang Sukuk Valas BI senilai US$181,5 juta, dan Reverse Repo SBN senilai Rp65.000 miliar.

Selain itu, BI juga menyerap likuiditas dari perbankan melalui mekanisme Pasar Uang Sekuritas BI senilai Rp511 miliar, dan melakukan lelang Term Deposit Valas, dan Domestic Non-Delivery Forward, meskipun tidak ada penawaran yang masuk.  

Langkah intervensi BI sejalan dengan kebijakan yang dilakukan bank sentral terutama di negara berkembang (emerging market), menyikapi penguatan dolar AS pasca penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.

Ketidakpastian geopolitik antara AS-Venezuela, makin memperkuat posisi tawar dolar AS sebagai aset aman, sekaligus menekan mata uang emerging market, yang memiliki ketergantungan tinggi pada arus modal asing. 

Meski ddemikian, ekonom memperingatkan stabilisasi nilai tukar yang bertumpu pada intervensi bank sentral umumnya tak dapat menjadi solusi jangka panjang.

Apalagi pelaku pasar masih mencermati fundamental ekonomi Indonesia, terutama terkait defisit fiskal yang melebar. Jika tak ada penguatan dari sisi sektor riil dan peningkatan kepercayaan dari investor, stabilitas nilai tukar rupiah akan mudah goyah. 

Untuk perdagangan hari ini, kurs rupiah diprediksi bergerak konsolidatif dengan kecenderungan menguat terbatas di kisaran level Rp16.850 per dolar AS hingga Rp16.875 per dolar AS. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Bertemu Rektor dan Guru Besar, Presiden Prabowo Bahas Arah Pendidikan Tinggi Nasional

BRIEF.ID – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan  dengan jajaran...

IHSG Menguat Sentuh Level 9.100, Saham 4 Bank Besar Aktif Diborong Investor

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Harga Emas Antam Naik Jadi Rp2.675.000 per Gram Jelang Libur Isra Miraj

BRIEF.ID - Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero)...

Hari Ini, Ada Aksi Demo di Depan Gedung DPR dan Kemnaker

BRIEF.ID – Massa yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja...