BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah menguat terbatas terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Rabu (11/3/2026), imbas kenaikan harga minyak dunia.
Berdasarkan data transaksi antarbank hari ini, rupiah dibuka menguat tipis 0,07% atau 12 poin menjadi Rp16.851 per dolar AS dari level sebelumnya Rp16.863 per dolar AS.
Sementara di pasar spot, perdagangan rupiah Non-Deliverable Forward (NDF) hari ini dibuka menguat terbatas di level Rp16.870 per dolar AS.
Pada perdagangan sesi pagi ini, harga minyak Brent melonjak 2,92% ke US$90.40 per barel, setelah turun 11,28% ke US$87,80 per barel pada penutupan perdagangan Selasa (10/3/2026). Minyak West Texas Intermediate (WTI) juga naik lebih dari 6% menjadi US$88,60 per barel, setelah sebelumnya jatuh 12%.
Pergerakan harga minyak dunia yang volatil, dipicu kekhawatiran investor terhadap krisis energi global, seiring masih ditutupnya Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama pasokan minyak dunia.
Seperi diketahui, Pemerintah Iran telah menutup Selat Hormuz sejak 1 Maret 2026, sebagai aksi balasan atas serangan pasukan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada 28 Februari 2026.
Pada perdagangan awal pekan, Senin (9/3/2026), harga minyak dunia sempat merosot seiring pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang menyiratkan perang dengan Iran dapat segera diakhiri.
Tak hanya itu, Presiden Trump juga menjanjikan keamanan di sekitar Kawasan Teluk, begitu juga Selat Hormuz, untuk jalur perdagangan minyak dunia.
Namun ketidakpastian muncul setelah Menteri Energi AS, Chris Wright, menghapus unggahan di media sosial, yang menunjukkan militer AS akan mengawal tanker minyak, yang melewati Selat Hormuz.
Hal itu, memunculkan spekulasi terkait krisis energi global, karena sejumlah negara menghadapi kekurangan stok bahan bakar minyak (BBM), sejak ditutupnya Selat Hormuz.
Indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama juga kembali menguat pagi ini sebanyak 0,11% ke 98,93, sehingga menekan pergerakan mayoritas mata uang ASia, termasuk rupiah.
Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diprediksi bergerak di kisaran Rp16.800 per dolar AS hingga Rp16.950 per dolar AS, dipicu arus modal masuk (capital inflow) dari investor global yang cenderung hati-hati ke emerging market termasuk Indonesia. (Jea)


