BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah anjlok hingga menyentuh level Rp16.815 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan akhir pekan, Jumat (9/1/2025).
Berdasarkan data transaksi antarbank hari ini, kurs rupiah dibuka melemah 0,18% atau 31 poin menjadi Rp16.829 per dolar AS dari level sebelumnya Rp16.798 per dolar AS.
Sementara di pasar spot, nilai tujar rupiah dibuka melemah 0,18% ke level Rp16.827 per dolar AS. Hingga pukul 10:00 WIB, nilai tukar rupiah terpantau terus melemah dan berada di level Rp16.815 per dolar AS.
Pelemahan rupiah terjadi seiring pengumuman Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengenai defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) per Desember 2025.
Pada Kamis (8/1/2026), Purbaya menyampaikan defisit APBN tercatat sebesar Rp695,1 triliun per Desember 2025. Defisit APBN tersebut, mencapai 2,92% dari Produk Domestik Bruto (PDB), dan sedikit lebih tinggi dari defisit APBN 2024 yang mencapai 2,3% dari PDB.
Selain itu, pelemahan rupiah juga masih dipengaruhi sentimen melonjaknya indeks dolar AS, seiring ketegangan geopolitik antara AS dan venezuela.
Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diprediksi masih mengalami tekanan dan bergerak di kisaran Rp16.750 per dolar AS hingga Rp16.850 per dolar AS. (jea)


