BRIEF.ID – Menteri Investasi merangkap Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani mengapresiasi kinerja investor asal Korea Selatan, yang selalu menempati posisi 7 besar sebagai Penanaman Modal Asing (PMA) di Indonesia.
Selama kurun waktu 2019 hingga Kuartal I – 2024, nilai investasi Korea Selatan mencapai US$ 13,9 miliar. Tiga sektor utama penyumbang realisasi investasi terbesar asal Korea Selatan adalah listrik, gas, dan air sebesar 21%, industri otomotif 18%, serta industri mesin dan elektronik 10%.
“Kami sangat menghargai karena Korea Selatan telah menjadi mitra lama Indonesia. Pembangunan aktif di mana kita berkolaborasi sangat erat,” kata Rosan pada peresmian produksi PT KCC Glass Indonesia di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah, Kamis (3/10/2024).
Ia mengatakan, lahan pabrik KCC Glass di KIT Batang dimulai pembangunannya, pada Mei 2021 di atas lahan seluas 49 hektare dan diproyeksikan menjadi pabrik kaca terbesar di Asia Tenggara.
KCC Glass memiliki kapasitas produksi 1.200 ton kaca per hari, di mana 80% dari total produksi akan diekspor ke negara-negara Asia, Eropa, dan Amerika.