BRIEF.ID – Bursa dunia pada pekan lalu bergerak variatif dan cenderung menguat khususnya di Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Bursa AS atau Wall Street bahkan mencetak rekor tertinggi pada penutupan perdagangan Jumat (29/11/2024).
Tiga indeks utama di Wall Street, yakni Dow Jones Industrial Average (DKIA), S&P 500, dan Nasdaq, mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (All Time High) pada perdagangan akhir pekan lalu.
Hal ini membuat ketiga indeks utama Bursa AS itu menutup sesi perdagangan singkat dengan kinerja bulanan terbaik sepanjang tahun 2024.
S&P 500 naik 0,56% menjadi 6.032,38, sementara Nasdaq Composite melesat 0,83% ke level 19.218,17. Dow Jones Industrial Average bertambah 188,59 poin (0,42%) dan ditutup di 44.910,65.
Hal yang sama juga terjadi pada bursa saham Eropa, yang ditutup menguat pada perdagangan pekan lalu, setelah bergerak variatif seiring investor mencerna data inflasi terbaru dari zona euro.
Inflasi zona euro meningkat dari 2% pada Oktober menjadi 2,3% pada November 2024, berdasarkan data awal dari Eurostat yang dirilis pada Jumat, melebihi target 2% yang ditetapkan oleh Bank Sentral Eropa.
Sebaliknya bursa di kawasan Asia-Pasifik sebagian besar turun dipimpin oleh indeks Kospi di pasar saham Korea Selatan, dan Nikkei 225 di Bursa Tokyo.
Indeks Kospi tertekan setelah produksi industri turun 0,3% pada Oktober, sesuai dengan penurunan di bulan September. Secara tahunan, output industri meningkat 2,3%, membalikkan penurunan 1,3% pada September.
Sementara indeks Nikkei 225 tertekan seiring sikap investor yang menganalisis inflasi Tokyo pada November 2024, dengan inflasi utama kembali meningkat menjadi 2,6% dari 1,8% pada Oktober, sementara inflasi inti naik menjadi 2,2%, sedikit lebih tinggi dari perkiraan.
Untuk pekan ini, Bursa Asia diperkirakan masih bergerak variatif, dipengaruhi pergerakan Wall Street dan sejumlah data ekonomi yang akan dirilis. (jea)