BRIEF.ID – Indeks di Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin (9/2/2026) setelah terjadi rebound pada saham sektor teknologi, khususnya AS berlanjut, yang sempat tertekan pada pekan lalu.
Reli tersebut mendorong penguatan indeks Dow Jones ke rekor tertinggi baru. Pada pekan ini investor juga menantikan data tenaga kerja dan inflasi Amerika Serikat (AS), serta lebih banyak laporan kinerja keuangan emiten yang akan dirilis. Beberapa emiten besar yang akan merilis laporan keuangan pada pekan ini di antaranya Coca Cola Co, Ford Motor, dan Spotify.
Investor juga akan mengamati rilis data ekonomi AS penting, pekan ini yang tertunda karena penutupan pemerintahan yang singkat. Laporan ketenagakerjaan AS bulan Januari 2026 yang sangat dinantikan, yang awalnya dijadwalkan pekan lalu, sekarang akan dirilis pada hari Rabu (11/2/2026).
Pekan lalu, laporan ketenagakerjaan sektor swasta menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja yang lebih lemah dari perkiraan, menimbulkan pertanyaan apakah momentum perekrutan mulai melambat.
Indeks harga konsumen Januari dijadwalkan akan dirilis pada hari Jumat (13/2/2026), dan akan dicermati untuk melihat tanda-tanda bahwa tekanan harga mereda sehingga cukup untuk memberi ruang bagi The Fed untuk mempertimbangkan penurunan suku bunga di akhir tahun ini.
Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun kurang dari 1 bps ke level 4,20%, menantikan data tenaga kerja dan inflasi AS. Harga emas spot menguat 2,5% ke level US$ 5,103 per troy ons, seiring melemahnya nilai tukar Dolar AS dan menantikan data ekonomi untuk melihat potensi penurunan suku bunga The Fed.
Harga minyak mentah menguat setelah Departemen Perhubungan AS mengeluarkan imbauan kepada kapal-kapal berbendera AS untuk menjauhi wilayah Iran sejauh mungkin saat berlayar melalui Selat Hormuz dan Teluk Oman. (nov)


