Rachmat Gobel: Pandemi adalah Masa Untuk Perbaiki Grand Design Industri Perikanan dan Hasil Laut.

Wakil Ketua DPR RI Bidang Industri dan Pembangunan Rachmat Gobel menyebut bila Indonesia memiliki potensi 1,33 juta dolar AS dari industri perikanan dan hasil laut. Hal ini karena Indonesia merupakan negara maritim, yang memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia.

Karena itu, Rachmad mengatakan bila pada masa pandemi Covid-19 ini merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat landasan ekonomi berbasis laut. Nilai tambahj dan ketahanan pangan menjadi kata kunci yang penting dalam penguatan ekonomi ini.

“Masa pandemi ini menyadarkan kita semua untuk dapat memperkuat landasan ekonomi negara. Pemerintah, universitas, swasta, komunitas dan masyarakat (pentahelix) harus bersatu untuk memperbaiki grand design yang menimbulkan nilai tambah, utamanya pada sektor pertanian dan perikanan, demi tercapainya ketahanan pangan nasional yang solid,” ujar Rachmat dalam zoom!nar bertajuk “Potensi Industri Perikanan Pasca Pandemi, Siapkah Kita Bersaing?, Kamis (14/5/2020)

Rachmad menyarankan pada pemerintah untuk menguatkan UMKM dan koperasi sebagai garda terdepan dalam membangun perekonomian berbasis kelauatan. Caranya dengan mempermudah perizinan dan akses pendanaan.

“Menghadapi masa seperti mau tidak mau kita harus siap. Kita harus mampu menjadikan kesulitan yang dihadapi ini menjadi peluang. Saran saya kepada pemerintah adalah untuk dapat menyederhanakan birokrasi perizinan investasi, permudah akses pendanaan kepada nelayan yang mayoritas adalah pengusaha mikro serta kecil menegah, dan pemberdayaan koperasi yang maksimal,” tegas Rachmat.

Sementara, Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Nilanto Perbowo, menegaskan bahwa sesungguhnya sektor perikanan tidak terlalu terimbas dahsta seperti seKtor-sektor ekonomi lain di masa pandemi ini.
“Bersama aparat terkait KKP terus lanjut menjaga kedaulatan wilayah laut Indonesia. Potensi perikanan Indonesia sangat berlimpah, nelayan kita harus menjadi tuan rumah di negara nya sendiri. Utamanya di mas pandemi ini, setuju dengan yang disampaikan Pak Rachmat Gobel, saya berharap pemerintah provinsi dapat turut aktif bemitra dengan Pemerintah Pusat untuk pengembangan dan pemanfaatan sektor perikanan,” ucap Nilanto.

Hal senada dikatakan Rektor IPB Arif Satria. Dirinya menekankan pentingnya Pemerintah untuk membantu akses pasar melalui penyediaan data terpadu berbasis blockchain. “Kendala logistik harus segera terpecahkan agar distribusi produk tidak tersendat. Penyerapan produk perikanan dan penyelesaian masalah logistik perlu mulai secara serius dilakukan dengan berbasis teknologi blockchain,” sebutnya Satria.

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Iran Setuju Buka Selat Hormuz, Jamin Keamanan Pelayaran Kapal Tanker

BRIEF.ID - Pemerintah Iran setuju membuka Selat Hormuz dan...

Cadangan Devisa Turun US$3,7 Miliar Sepanjang Maret 2026 untuk Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

BRIEF.ID - Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa...

IHSG Melaju ke Level 7.200 Ditopang Aksi Borong Saham 4 Bank Besar

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Harga Minyak Dunia Terhempas dari Level US$100 per Barel Setelah Iran Setuju Buka Selat Hormuz

BRIEF.ID - Harga minyak dunia terhempas dari level US$100...