BRIEF.ID – Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan Gerakan Indonesia Asri untuk mencegah kerusakan lingkungan akibat sampah yang menggunung. Kepala Negara menyebut sampah adalah bencana dan penyakit yang merusak bangsa ini.
“Seluruh pimpinan lembaga negara dan kepala daerah, wajib turun tangan mengatasi permasalahan sampah secara masif,” kata Kepala Negara saat berpidato pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Rakornas dihadiri 4.011 elemen pimpinan Kementerian dan Lembaga (K/L), serta jajaran kepala daerah dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota se-Indonesia.
Dalam taklimatnya di hadapan jajaran Menteri, Kepala K/L, dan Kepala Daerah se-Indonesia, Prabowo menyoroti ancaman serius kerusakan lingkungan akibat sampah yang menggunung.
Ia menyebut sampah sebagai bencana dan penyakit yang tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga kesehatan bangsa. Prabowo memerintahkan seluruh pimpinan instansi untuk mengerahkan pasukan untuk menjaga kebersihan lingkungan kerja.
“Saya perintahkan para pimpinan kementerian dan lembaga untuk bersih-bersih. Kalau bisa setiap hari 30 menit sebelum masuk kantor, kita pastikan lingkungan kerja bersih dan asri,” tegas Presiden Prabowo.
Sementara itu, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan, Indonesia Asri senafas dengan gagasan ekoteologi, yang digagas Kementerian Agama.
“Menjaga lingkungan bukan sekadar aktivitas fisik semata, melainkan manifestasi nyata dari nilai-nilai spiritual. Ekoteologi mengajarkan bahwa agama mewajibkan harmonisasi hubungan manusia dengan alam semesta, selain hubungan dengan Tuhan dan sesama manusia,” kata Menag.
Disebutkan, langkah konkret menuju visi Indonesia Asri bertujuan meminimalisasi penggunaan plastik sekali pakai secara bertahap, khususnya di lingkungan pegawai Kemenag baik di tingkat pusat maupun daerah.
“Kebijakan pengurangan sampah plastik menjadi bukti bahwa Kemenag serius dalam mengedukasi aparatur sipilnya untuk lebih peduli pada kelestarian bumi melalui langkah kecil namun berdampak besar,” ujar Menag. (nov)


