BRIEF.ID – Kerukunan antarumat beragama disertai semangat kebersamaan menjadi fondasi utama bagi pemimpin untuk membangun kota. Sebab terciptanya stabilitas sosial diyakini akan mempermudah pemerintah memecahkan berbagai persoalan yang muncul di Jakarta.
Demikian disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat berpidato pada Ibadah Paskah Hamba Tuhan dan Warga Jemaat di Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (10/4/2026).
“Bagi saya, yang paling penting adalah kerukunan dan kebersamaan, sehingga pemimpin yang tugasnya memimpin bisa bekerja tenang untuk membuat kota ini lebih maju,” ujar Pramono.
Pada kesempatan itu, Pramono secara khusus menyampaikan komitmennya sebagai gubernur bagi semua golongan, tanpa memandang latar belakang agama maupun politik.
Ia mencontohkan berbagai kegiatan dalam menyambut hari besar keagamaan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, mulai dari perayaan Natal, Imlek, Nyepi, Ramadan, dan Idul Fitri.
Selain menumbuhkan toleransi dan kerukunan, berbagai kegiatan itu juga mendorong pertumbuhan ekonomi di Jakarta. Tak hanya itu, Pramono juga menyebut bahwa Jakarta berhasil menempati peringkat kedua daftar kota teraman di Asia Tenggara pada 2026 berdasarkan laporan Global Residence Index.
“Artinya apa? Kalau kita bisa bekerja bersama-sama, rukun, damai, perbedaan boleh tetapi esensinya adalah kebersamaan gotong royong membangun bangsa ini menjadi yang utama,” ucapnya.
Ia meyakini jika kebersamaan dan kerukunan antar-umat dikelola dengan baik, maka akan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Jakarta. Mengakhiri sambutannya, Pramono pun menyampaikan ucapan selamat merayakan Paskah kepada seluruh jemaat yang hadir.
“Semoga sukacita dan damai sejahtera senantiasa menyertai langkah kita bersama dalam membangun Jakarta bermasyarakat berbangsa dan bernegara,” kata dia. (nov)


