PM Hungaria Sebut Pertemuan Darurat UE Lebih Fokus ke Persiapan Perang Dunia III

BRIEF.ID – Perdana Menteri (PM) Hungaria, Viktor Orban, menyampaikan pertemuan darurat Uni Eropa (UE) lebih fokus ke persiapan Perang Dunia III daripada diplomasi terkait polemik Greenland.

Menurut Orban, pertemuan 27 kepala negara UE yang berlangsung Selasa (20/1/2026), tidak lagi membahas kebijakan atau solusi perdamaian, namun fokus pada strategi militer untuk mengantisipasi pecahnya Perang Dunia III.

“Para pemimpin di sana tidak lagi mendiskusikan mengenai kebijakan dan perdamaian, melainkan persiapan langsung menuju kemenangan perang dunia III,” kata Orban, seperti dikutip Anadolu, Selasa (20/1/2026).

Orban mengungkapkan, para pemimpin UE dikendalikan oleh pemikiran tentang Perang Jerman atau Perang Dunia III, yang digiring oleh troika (tiga serangkai), yakni Kanselir Jerman, Presiden Komisi Uni Eropa, dan Pemimpin Partai Rakyat Eropa.

Adapun ketiga serangkai tersebut sama-sama berasal dari Jerman, yakni  Kanselir Jerman adalah Friedrich Merz, Presiden Komisi Uni Eropa (UE), Ursula von der Leyen, dan Pemimpin Partai Rakyat Eropa, Manfred Weber.

Sebelumnya pada Senin (19/1/2026), PM Hungaria berbicara kepada media di Budapest, bahwa Kanselir Jerman merupakan “penghasut perang terbesar” dan menuduh adanya upaya mendorong “persiapan perang” oleh Komisi UE.

“Eropa sekarang dijalankan oleh tiga serangkai Jerman, yang mendorong kebijakan perang bagi Eropa saat ini,” ungkap Orban, yang memilih mundur dari Pertemuan Darurat UE.

Dia memperingatkan negara-negara eropa untuk menghentikan setiap tindakan provokasi perang, dan mengutamakan jalur diplomasi, jika tak ingin membayar mahal risikonya bagi generasi penerus.

Seperti diketahui, Uni Eropa telah menyerukan sikap mendukung Denmark mempertahankan kedaulatan semi-otonom terhadap Greenland, yang hendak diambil alih atau dikendalikan oleh AS.

Dukungan tersebut ditunjukkan dengan mengirim pasukan militer dalam skala kecil ke Greenland untuk meningkatkan pertahanan, bahkan dilakukan latihan militer bersama.

Dampaknya, Presiden AS, Donald Trump, mengancam memberlakukan tarif impor sebesar 10% untuk 8 negara eropa, yang dinilai menentang rencana As mengendalikan Greenland guna mengahdapi Tiongkok.

Menanggapi hal  itu, Komisi Uni Eropa menyerukan pertemuan darurat pemimpin 27 negara anggota UE pada Selasa (20/1/2026), untuk membahas langkah-langkkah menghadapi ancaman tarif impor AS, dan kelanjutan kerja sama Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Harga Emas Antam Meroket Jadi Rp2.772.000 per Gram, Dunia Hadapi Defisit Fiskal

BRIEF.ID - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk...

BTS Pertahankan Posisi Puncak Grup Idola

BRIEF.ID – Lembaga Riset Bisnis Korea melaporkan peringkat reputasi...

Trump Dicap “Gangster Internasional” dan Jadi Ancaman Bagi Dunia

BRIEF.ID - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dicap...

Rayakan Comeback, BTS Gelar Konser Gratis

BRIEF.ID - Grup musik pria, BTS dikabarkan akan menggelar...