Perubahan Iklim Ganggu Ketahanan Pangan Akuatik

BRIEF.ID – Pengendali Ekosistem Hutan pada Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Dedi Candra mengungkapkan, perubahan iklim mengganggu ketahanan pangan akuatik atau makanan yang berasal dari air seperti ikan, kerang, tanaman laut, dan lainnya.

Perubahan iklim merupakan masalah yang mendesak karena dapat mempengaruhi suhu wilayah laut, tingkat keasaman air laut, dan keberlangsungan ekosistem perairan yang akan berdampak terhadap produksi pangan akuatik.

“Ketahanan pangan akuatik dan perubahan iklim pasti sangat erat hubungannya dan ada pengaruhnya terhadap suhu lautan, tingkat keasaman, dan ekosistem perairan. Ini tentunya akan berdampak terhadap produksi pangan akuatik seperti ikan, kerang, dan tanaman laut,” kata Dedi dikutip dari Antara, Jumat (13/12/2024).

Dedi mengatakan,  perlunya mendorong diterapkannya pengelolaan perikanan yang berkelanjutan yang merupakan upaya pengumpulan informasi, analisis, perencanaan, konsultasi, pembuatan keputusan, alokasi sumber daya ikan, dan implementasi serta penegakan hukum dari peraturan perundang-undangan di bidang perikanan.

Selain itu, kebijakan untuk menangani perubahan iklim juga dinilai penting agar kerentanan terhadap ketahanan pangan dapat diatasi.

Menurutnya, menjaga ketahanan pangan akuatik dari ancaman perubahan iklim harus melibatkan banyak sektor, di samping sektor perikanan juga melibatkan sektor lain seperti kehutanan dan lingkungan hidup.

“Dicari mitigasinya dan dicari pola yang tepat bagaimana kita melakukan mitigasi terhadap perubahan iklim yang terjadi,” imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden  Prabowo Subianto menekankan pentingnya aksi kolektif untuk mengatasi isu lingkungan, seperti perubahan iklim hingga transisi energi hijau demi mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) dalam KTT G20 di Brasil.

Kepala Negara menjelaskan bahwa Indonesia merasakan dampak langsung perubahan iklim, termasuk kenaikan permukaan laut di pesisir utara Jawa yang berdampak pada ratusan ribu hektare lahan produktif.

“Ini akan memperburuk kemiskinan dan kelaparan. Oleh karena itu, bagi Indonesia tidak ada alternatif lain. Kami berkomitmen penuh untuk mengambil langkah-langkah besar guna mengurangi suhu iklim untuk menyelamatkan lingkungan dan mengatasi situasi tersebut,” tegasnya. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Pekan Ini, IHSG Diperkirakan Lanjutkan Penguatan

BRIEF.ID – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di...

WEF 2026 Davos, Presiden Prabowo Dijadwalkan Menyampaikan Pidato Kunci

BRIEF.ID - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan pidato kunci...

KNKT Jelaskan Kemungkinan Penyebab Kecelakaan Pesawat ATR 42-500

BRIEF.ID –  Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto...

Serpihan Pesawat ATR Ditemukan, Menhub Pastikan Memberikan Pendampingan

BRIEF.ID - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan, pencarian...