Pertumbuhan ekonomi nasional diprakirakan menurun pada triwulan II 2020,

Bank Indonedia memperkiraman pertumbuhan ekonomi tanah air menurun pada truwan ll, meskipun perkembangan terkini menunjukkan tekanan mulai berkurang. Ekspor menurun sejalan dengan kontraksi perekonomian global, sementara konsumsi rumah tangga dan investasi menurun sejalan dampak kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang mengurangi akitivitas ekonomi.

Perkembangan bulan Mei 2020 mengindikasikan tekanan terhadap perekonomian domestik mulai  berkurang. Kontraksi ekspor terlihat tidak sedalam prakiraan sebelumnya sejalan peningkatan permintaan dari Tiongkok.

Beberapa indikator dini permintaan domestik juga mengindikasikan perekonomian telah berada di level terendah dan mulai memasuki tahapan pemulihan seperti tercermin dari penjualan semen, penjualan ritel, PMI, dan ekspektasi konsumen yang lebih baik dari capaian bulan sebelumnya.

Bank Indonesia memprakirakan proses pemulihan ekonomi mulai menguat pada triwulan III 2020 sejalan relaksasi PSBB sejak pertengahan Juni 2020 serta stimulus kebijakan yang ditempuh.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprakirakan menurun pada kisaran 0,9%-1,9% pada 2020 dan kembali meningkat pada kisaran 5,0%-6,0% pada 2021 didorong dampak perbaikan ekonomi global dan stimulus kebijakan Pemerintah dan Bank Indonesia.

Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah dan otoritas terkait agar berbagai kebijakan yang ditempuh dapat semakin efektif dalam mendorong pemulihan ekonomi selama dan pasca COVID-19.

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Menkeu Purbaya Umumkan Defisit APBN Rp695,1 Triliun per Desember 2025

BRIEF.ID - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengumumkan...

IHSG Menguat Sentuh Level 9.000, Pemangkasan Target Produksi Minerba Jadi Sorotan

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

BMKG: Waspada Gelombang Sangat Tinggi hingga 6 Meter

BRIEF.ID – Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan...

Rupiah Makin Tertekan Dekati Level Rp16.800 per Dolar AS Hari Ini

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah makin tertekan dan...