Pernyataan Trump Tuai Kecaman

BRIEF.ID –  Ancaman terbaru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait perang Iran mencapai titik ekstrem baru ketika ia memperingatkan, “Seluruh peradaban akan mati malam ini, dan tidak akan pernah bisa dihidupkan kembali,” jika Iran gagal mencapai kesepakatan yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz yang vital.

Dikutip dari Associated Press, Rabu (8/4/2026), komentar presiden Republikan itu dengan cepat menuai kecaman dari Partai Demokrat, beberapa pendukung “Make America Great Again” yang sejak itu berpisah dengan Trump, dan pemimpin umat katolik  asal  Amerika pertama Paus Leo XIV.

Beberapa rekan Republikan menyebut  komentar bernada permusuhan Trump sebagai  taktik negosiasi.

Hal ini menyusul ancamannya dalam beberapa hari terakhir bahwa ia akan “menghancurkan Iran hingga musnah” dan “kembali ke Zaman Batu!!!.”

Ia mengatakan akan meledakkan jembatan dan pembangkit listrik sipil, yang menurut para ahli hukum militer dapat dianggap sebagai kejahatan perang. Dan, pada pagi hari Paskah, dia menulis di akun media sosialnya: “Buka Selat sialan itu, kalian bajingan gila, atau kalian akan hidup di Neraka.”

Peringatan Trump yang semakin intensif tentang kehancuran yang meluas dan tampaknya tanpa pandang bulu merupakan perubahan besar dari janjinya kepada rakyat Iran pada bulan Januari bahwa “BANTUAN AKAN SEGERA DATANG” setelah penindakan brutal terhadap protes.

Peringatan itu merupakan antitesis dari citra pembawa perdamaian yang selama setahun terakhir yang dibangunnya saat mengupayakan Hadiah Nobel Perdamaian.

Dan, yang paling mendesak, mereka mempertanyakan apakah Trump mengancam akan melakukan tindakan yang  dianggap sebagai kejahatan perang, apakah ia mempertimbangkan untuk menggunakan senjata nuklir, atau apakah itu semua hanya gertakan.

“Rezim Iran memiliki waktu hingga pukul 8 malam Waktu Bagian Timur untuk memenuhi tuntutan dan membuat kesepakatan dengan Amerika Serikat. Hanya Presiden yang tahu bagaimana situasinya dan apa yang akan dia lakukan,” kata sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, dalam sebuah pernyataan. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

IHSG Diprediksi Masih Konsolidasi

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan...

PTPP Cetak Nilai Kontrak Baru Rp 3,87 Triliun Hingga Februari 2026

BRIEF.ID – PT PP (Persero) Tbk (PTPP), perusahaan konstruksi...

Dilema Reformasi Pasar Modal Indonesia

BRIEF.ID – Reformasi pasar modal Indonesia untuk memenuhi tuntutan...

Paus Leo: Ancaman Terhadap Rakyat Iran Tidak Dapat Diterima

BRIEF.ID – Pemimpin umat katolik Paus Leo XIV menyerukan...