Penyintas Banjir Bandang dan Longsor di Sumbar Mulai Bangkit

BRIEF.ID – Geliat ekonomi sebagian penyintas banjir bandang dan longsor di Pelembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), mulai bangkit pasca  bencana pada 27 November 2025.

Di lokasi terdampak bencana mulai dari Nagari Salareh Aia sampai Nagari Salareh Timur, aktivitas Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mulai berangsur dibuka. Usaha kuliner, buah, minuman, barang kebutuhan harian, sampai usaha bengkel, juga telah banyak yang beroperasi.

Penyintas mulai kembali ceria dan semangat untuk mencari nafkah usai dirundung duka ketika bencana melanda.

“Saya baru kembali menjual kebutuhan harian, tiga hari ini. Kalau dipikir-pikir rasa duka ini masih membekas. Rumah dan usaha saya habis dilanda banjir. Tapi saya mencoba bangkit kembali, meskipun mulai dari nol,” kata salah seorang korban banjir bandang di Kampung Tanjuang, Nagari Salareh Aia Timur, Palembayan, Swirman (69), dikutip dari Antara, Sabtu (24/1/2026).

Dia memberanikan diri kembali membuka usaha menjual kebutuhan harian dengan memanfaatkan Dana Tunggu Hunian (DTH) dari pemerintah yang diterima sebesar Rp 1.800.000 untuk tiga bulan.

Melalui bantuan itu, bapak yang memiliki tujuh orang ini membuka jualannya untuk membiayai kehidupannya sehari-hari. Di warung sederhana  berukuran 3×6 meter itu Swirman mulai berjualan kebutuhan sehari-hari seperti ikan kering gula, garam, kecap, roti, beras, mi instan, dan barang harian lainnya.

“Saat ini isi warung masih sedikit dan jual beli paling Rp 100 ribu per hari, mulai buka pukul 07.00 WIB dan tutup pukul 17.30 WIB. Jika dibandingkan sebelum bencana melanda bisa Rp 500 ribu per hari,” katanya.

Dia bersyukur karena bisa menutupi biaya hidup  sehari-hari. “Cuma usaha ini yang bisa saya lakukan saat ini, karena sawah saya hancur dilanda banjir bandang,” katanya.

Mengenai bantuan dari pemerintah, dia mengaku sangat terbantu. Selain menerima DTH, ia juga menerima bantuan sembako dan kebutuhan lainnya dengan sangat lancar.

Sementara itu, Pemkab Agam bersama Kementerian UMKM  baru saja mengadakan pemulihan trauma bagi 250 UMKM di lima lokasi terdampak bencana, pada Jumat (23/1/2026).

Dari lima lokasi itu, berada dua lokasi di Kecamatan Tanjung Raya, dua lokasi di Kecamatan Palembayan, dan satu lokasi di Kecamatan Malalak. Program tersebut mencakup pemulihan psikologis, pendampingan usaha, serta pendataan UMKM pascabencana.

“Pembenahan di segala sektor terus kita pacu. Kolaborasi semua pihak terus dilakukan baik terkait hunian sementara, penyaluran bantuan, pembenahan infrastruktur ekonomi dan lainnya,” kata Wakil Bupati (Wabup) Agam Muhammad Iqbal. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

BI: Uang Beredar Tumbuh 9,6%

BRIEF.ID – Bank Inddonesia (BI) melaporkan likuiditas perekonomian atau...

Survei BI, Penyaluran Kredit Baru Triwulan IV-2025 Meningkat

BRIEF.ID – Hasil Survei Perbankan Bank Indonesia (BI) mengindikasikan...

Rencana Perubahan Metodologi MSCI, Ini Penjelasannya

BRIEF.ID – Morgan Stanley Capital International (MSCI),  penyedia indeks...

Perdagangan Pekan Depan, IHSG Diprediksi Dipengaruhi Tekanan Jual

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan...