Pemimpin Uni Eropa Adakan Pertemuan Darurat Sikapi Ancaman Tarif Impor Trump

BRIEF.ID – Pemimpin Uni Eropa (UE) akan mengadakan pertemuan darurat untuk menyikapi ancaman impor dari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada hari ini, Selasa (20/1/2026).

Presiden Uni Eropa, Antonio Costa, mengatakan pertemuan yang melibatkan 27 pemimpin negara anggota UE, akan mengoordinasikan tanggapan atau sikap UE terkait Greenland, dan ancaman tarif dari Presiden Trump.

“Uni Eropa sepenuhnya mendukung Denmark, yang memerintah Greenland, dan siap untuk melawan segala bentuk paksaan ekonomi oleh pemerintahan Trump,” kata Antonio, seperti dikutip Fox Business, Senin (19/1/2026).

Seorang diplomat Uni Eropa menyampaikan pertemuan darurat tersebut akan membahas paket tarif balasan atas ancaman tarif 10% yang akan diberlakukan AS terhadap produk impor dari 8 negara eropa per februari 2026.

“Paket tarif balasan ini, awalnya telah disiapkan dan dibahas pada Agustus 2025 di tengah meningkatnya ancaman tarif AS terhadap Uni Eropa dan negara-negara di dunia. Dengan adanya ancaman baru, paket tarif ini akan dibahas untuk disepakati dalam pertemuan darurat,” kata diplomat tersebut, seperti dikutip Reuters.

Disebutkan, paket tarif impor tersebut, senilai US$107,7 miliar. UE akan mengenakan tarif impor yang lebih tinggi pada berbagai barang AS, dan akan berlaku secara otomatis pada 6 Februari 2026.

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Trump mengancam akan memberlakukan tarif impor sebesar 10% untuk 8 negara eropa, karena menentang rencana AS mengambil alih Greenland yang saat ini berada di bawah kewenangan semi-otonom Denmark.

Greenland, pulau terbesar di dunia, telah lama dipandang Trump sebagai pos terdepan strategis di Arktik, dengan akses ke sumber daya penting dan pijakan di wilayah yang semakin diperebutkan oleh Rusia dan Tiongkok.

Jika tidak ada kesepakatan dan rencana AS mengendalikan Greenland terus ditentang negara-negara eropa, maka Trump akan meningkatkan tarif impor menjadi 25% pada Juni 2026.

Ancaman tarif tersebut membuat pasar keuangan bergejolak, dipicu kekhawatiran pecahnya perang tarif baru, yang dapat meluas secara global. Hal itu, membuat harga emas dunia terus melambung, karena Investor cenderung menerapkan aksi wait and see terkait perkembangan hubungan kemitraan AS-Uni Eropa, yang terancam retak. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

IHSG Menguat Uji Level 9.200 Ditopang Ekspetasi Pembagian Dividen

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Rupiah Melemah Saat Indeks Dolar AS Tertekan, Intervensi Independesi BI Jadi Sorotan

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah melemah saat indeks...

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis Jadi Rp2.705.000 per Gram

BRIEF.ID - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk...

Perancang Busana Valentino Garavani Meninggal Dunia

BRIEF.ID – Perancang busana Italia, Valentino Garavani meninggal dunia...