BRIEF.ID – Pemerintahan dan Militer Iran diklaim berada di bawah kendali Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran baru, Motjaba Khamenei. Terkait dengan itu, Iran mengancam perang dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel akan berlanjut, sampai seluruh tuntutan negara itu dipenuhi.
Pernyataan itu, disampaikan Mohsen Rezaei, Penasihat Militer Senior Mojtaba Khamenei, dalam pidato yang disiarkan gtelevisi Set Pat, pada Senin (23/3/2026) waktu setempat.
Mohsen Rezaei mengatakan perang dengan AS dan Israel akan terus berlanjut, jika tiga tuntutan Iran tidak dipenuhi. Pertama, Iran menuntut kompensasi penuh atas kerusakan yang dialami selama perang berlangsung.
Kedua, Iran menuntut semua sanksi ekonomi dicabut. Ketiga, Iran menuntut jamiman internasional yang mengikat secara hukum untuk mencegah campur tangan AS di Iran.
“Kami melihat bahwa angkatan bersenjata kami menjalankan operasi dan kegiatan dengan kuat di bawah kendal pemimpin baru yang telah terpilih,” kata Rezaei, seperti dikutip CNN, Selasa (24/3/2026).
Menurut dia, perang sebenarnya telah berakhir lebih dari sepekan lalu, ditandai dengan dorongan gencatan senjata, yang diupayakan AS. Meski demikian, Israel justru bersikukuh melanjutkan perang.
Dialporkan, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, masih berkukuh dan mendorong perang yang berlangsung sejak awal Maret 2026 itu terus berlanjut.
“Setelah hari ke-15, AS dengan jelas memahami bahwa tidak ada jalan menuju kemenangan dalam perang ini, tapi Israel tetap bersikukuh,” kata Rezaei.
Sementara itu, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan mengatakan rakyat Iran di bawah kepemimpinan, Motjaba Khamenei, menuntut hukuman yang menyeluruh terhadap AS dan Israel, yang disebut sebagai agresor. (Jea)


