Pekan Depan, IHSG Masih Dibayangi Sentimen Negatif  

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pekan depan, di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan masih dibayangi sentiment negatif.

Laporan lembaga pemeringkat  internasional Moody’s Investors Service (Moody’s) terkait penurunan outlook peringkat utang Indonesia, menjadi salah satu faktor yang membuat IHSG dan nilai tukar Rupiah terus tergerus. Moody’s menempatkan outlook peringkat utang pemerintah Indonesia menjadi negatif, meskipun peringkat utang tetap stabil di level Baa2 (investment grade).

Pada perdagangan hari Jumat (6/2/2026), IHSG ditutup melemah di level 7.935,26 atau turun 2,08%).

Di sisi lain, S&P Global Ratings menyatakan bahwa volatilitas pasar saham belum mengubah pandangannya terhadap peringkat Indonesia dengan outlook stabil. Walaupun S&P menyatakan bahwa pelemahan fiskal dapat menambah tekanan penurunan peringkat jika tidak diimbangi oleh perbaikan di area lainnya. Rupiah ditutup melemah pada level Rp16.876 per dolar Amerika Serikat (AS).

Cadangan devisa Indonesia seperti dilaporkan Bank Indonesia tercatat pada level US$ 154,6 miliar pada Januari 2026, turun dari US$ 156,5 miliar di Desember 2025, yang merupakan level tertinggi selama sembilan bulan terakhir.

Penurunan ini akibat pembayaran utang valas pemerintah dan upaya stabilisasi Rupiah oleh Bank Indonesia. Sementara itu, indeks harga properti di Indonesia naik 0,83% YoY pada Kuartal IV-2025, cenderung stabil dari 0,84%  YoY di Kuartal III-2025, serta merupakan pertumbuhan paling lambat sejak 2023. 

Pada pekan depan, dari domestik dijadwalkan akan dirilis data consumer confidence, retail sales serta penjualan sepeda motor dan mobil. Secara teknikal, IHSG ditutup di bawah level MA5, namun masih bertahan di atas level MA200.

IHSG diperkirakan masih berpotensi menguji level MA200 selama ditutup di bawah level 8.000. Jika IHSG ditutup di bawah level MA200 (sekitar 7.824), diperkirakan berpotensi menguji support selanjutnya di 7.700-7.800.

Saham-saham yang dapat diperhatikan pada perdagangan pekan depan, di antaranya PANI, TLKM, PNLF, CMRY, INTP, dan ERAL. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Disaat Presiden Prabowo Menghadapi Kekuatan Investor Global

BRIEF.ID – Disaat harga saham di Bursa Efek Indonesia...

Harga Saham di Wall Street Meroket, Indeks Dow Jones Tembus 50.000  

BRIEF.ID – Pasar saham di Wall Street New York,...

Industri Otomotif Nasional, Prospek Tahun 2026

BRIEF.ID – Penjualan  mobil di Indonesia diproyeksikan mencapai sekitar...

Chandra Asri Terbitkan Obligasi  Korporasi

BRIEF.ID - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), emiten...