Pasca Gempa Magnitudo 5.0, Whoosh Kembali Beroperasi

BRIEF.ID – PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memastikan operasional kereta cepat Whoosh kembali beroperasi pasca-gempa berkekuatan magnitudo 5.0 mengguncang wilayah Kabupaten Bandung pada pukul 09.41 WIB.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, mulai pukul 15.02 WIB perjalanan Whoosh dari Stasiun Halim Jakarta dan Tegalluar, Kabupaten Bandung kembali beroperasi setelah pemeriksaan telah dilakukan dan jalur dinyatakan dapat dilalui dengan kecepatan terbatas.

“Saat ini secara bertahap perjalanan Whoosh Sudah dapat dioperasikan dengan kecepatan terbatas yaitu maksimum 160 kilometer per jam tujuannya untuk lebih memastikan keselamatan perjalanan Whoosh usai pemeriksaan,” kata Eva melalui keterangan tertulis di Bandung, Jawa Barat, Rabu (18/9/2024).

KCIC menyampaikan permohonan maaf atas ketidak nyaman yang terjadi setelah sebelumnya beberapa jadwal Whoosh sempat dihentikan sementara akibat gempa susulan yang terjadi di wilayah jalur kereta cepat Whoosh.

“Pemeriksaan ini untuk memastikan tidak ada faktor eksternal yang dapat mengganggu kereta cepat seperti longsoran bukit batu di kanan dan kiri trase, longsoran tanah atau dampak alam lainnya,” kata dia.

Lebih lanjut, dia menerangkan untuk sementara ini perjalan kereta cepat Whoosh masih melakukan penyesuaian waktu tempuh perjalanan yakni dari Stasiun Halim menuju Padalarang menjadi 55 menit dan tiba di Tegalluar menjadi hingga 75 menit.

Adapun secara total terdapat 16 perjalanan Whoosh yang sebelumnya dibatalkan dari pukul 09.47 WIB hingga 14.32 WIB dengan rincian delapan perjalanan dari Stasiun Halim dan delapan perjalanan dari Tegalluar.

Dia memastikan masyarakat yang sudah membeli tiket dan terdampak pembatalan jadwal dapat melakukan proses pembatalan dengan bea tiket yang akan dikembalikan 100%.

Proses pembatalan dapat dilakukan di seluruh loket Stasiun Whoosh Halim, Padalarang, Tegalluar dan Hall KA Feeder Stasiun Bandung.

​​​​​​​“Pembatalan dapat dilakukan hingga tiga hari setelah jadwal keberangkatan, pengguna yang tidak menunggu disarankan dapat melanjutkan perjalanannya menggunakan moda lain dan melakukan proses pembatalan di hari selanjutnya,” katanya.

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Survei Litbang Kompas: 97,5 Persen Pengguna Puas Layanan TransBandara

BRIEF.ID – Mayoritas pengguna TransBandara rute Blok M-Bandara Internasional...

Tarif TransBandara Blok M-Soetta Resmi Rp15.000 Mulai 1 September

BRIEF.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta resmi menetapkan tarif...

Pemerintah Tegaskan KUR Rp100 Juta Bisa Diajukan Tanpa Agunan Tambahan

BRIEF.ID – Pemerintah mengingatkan publik agar tidak memenuhi permintaan...

Qodari Respons Survei SMRC, Pemerintah Jadikan Opini Publik Bahan Evaluasi

BRIEF.ID – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom...