BRIEF.ID – Pasar saham Amerika Serikat (AS) ditutup rebound pada Rabu (4/3/2026) setelah dua hari berturut-turut mengalami fluktuasi yang berat, menyusul berhentinya kenaikan harga minyak dan munculnya laporan-laporan yang menghadirkan kabar baik tentang perekonomian.
Indeks S&P 500 naik 0,8% dan memulihkan sebagian besar kerugiannya sejak perang dengan Iran dimulai. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 238 poin atau 0,5%, dan indeks komposit Nasdaq naik 1,3%.
Penguatan ini terjadi setelah awal yang menakutkan pada Rabu (4/3/2026), ketika indeks saham Kospi Korea Selatan anjlok 12,1% untuk kerugian terburuk dalam sejarah. Ketidakpastian tentang perang di Timur Tengah menyebabkan harga saham di pasar keuangan berfluktuasi naik turun minggu ini, dengan sebagian besar pasar mengambil petunjuk dari pergerakan harga minyak.
Harga minyak dikabarkan moderat seiring perdagangan bergerak ke arah barat dari Asia ke Eropa dan melintasi Atlantik. Setelah sempat mencapai US$ 84 harga satu barel minyak mentah Brent, di mana standar internasional menetapkan di level US$ 81,40 per barel, harga itu kembali ke level pada sehari sebelumnya. Harga minyak mentah acuan AS naik 0,1% menjadi US$74,66 per barel.
Saham juga mendapat dorongan dari tanda-tanda kekuatan ekonomi AS. Sebuah laporan mengatakan pertumbuhan bisnis AS di sektor real estat, keuangan, dan jasa lainnya meningkat bulan lalu dengan laju tercepat sejak musim panas 2022. Yang menggembirakan terkait inflasi, laporan tersebut juga mengatakan harga untuk bisnis-bisnis tersebut meningkat dengan laju yang lebih lambat, setidaknya sebelum perang dengan Iran dimulai. (Associated Press/nov)


