Pasar Keuangan Ambruk, Harga Emas, Kurs Rupiah, hingga IHSG Terperosok ke Zona Merah

BRIEF.ID – Pasar keuangan Indonesia ambruk pada perdagangan awal pekan, Senin (9/3/2026). Mulai dari harga emas Antam, kurs rupiah, hingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), semuanya terperosok ke zona merah.

Situasi yang dialami pasar keuangan Indonesia mengikuti perkembangan di pasar regional Asia, yang mayoritas terpuruk ke zona merah seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Harga minyak dunia yang melonjak drastis, kekhawatiran makin menipisnya stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di negara-negara Asia, serta kenaikan dolar Amerika Serikat (AS), membuat pasar keuangan emerging market termasuk Indonesia ambruk.

Pagi ini, harga minyak Brent diperdagangkan mendekati US$117 per barel, naik 26,09% atau lebih mahal sekitar US$47 dari penutupan pekan lalu. Sedangkan harga minyak light sweet meroket 27,68% ke US$116,04 per barel.

Kekhawatiran terhadap lonjakan harga minyak membuat investor menarik modal dari emerging market, terutama dari pasar saham dan valuta asing, lalu berbalik memburu dolar AS dan US Treasury. Hal ini menyebabkan pasar regional Asia ambruk, termasuk Indonesia.

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) anjlok Rp55.000 menjadi Rp3.004.000 per gram. Sementara harga pembelian kembali (buyback) emas Antam turun Rp65.000 menjadi Rp2.757.000 per gram.

Di pasar global, harga emas dunia juga anjlok. Pada pembukaan perdagangan hari ini, harga emas dunia di pasar spot tercatat turun 1,58% ke level US$ 5.077,6 per troy ounce.

Sementara nilai tukar (kurs) rupiah pada perdagangan sesi pagi ini, dibuka menembus level psikologis Rp17.015 per dolar AS, melonjak 0,64% dibandingkan posisi akhir pekan lalu.

Tak lama berselang tekanan terhadap nilai tukar rupiah berkurang, seiring intervensi yang dilakukan Bank Indonesia. Hingga pukul 12:00 WIB, kurs rupiah terpantau berada di level Rp16.978 per dolar AS.

Pelemahan rupiah terutama dipicu tekanan indeks dolar AS yang melonjak 0,7% ke level 99,673. Situasi konflik geopolitik di GTimur Tengah yang kian memanas, membuat indeks dolar AS diprediksi dapat menembus level 100.

Sedangkan IHSG di Bursa Efek Indonesia dibuka anjlok 4,27% atau 323,96 poin ke level 7.261 pada perdagangan awal pekan ini. IHSG terus bergerak di zona merah dan ditutup melemah 3,49% atau 264,61 poin ke level 7.321 pada akhir sesi I perdagangan saham hari ini.

Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi berpeluang melemah seiring tekanan jual dan arus modal keluar (capital outflow) yang terus dilakukan investor asing dari bursa saham emerging market.

Konflik geopolitik di Timur Tengah yang kian memanas, lonjakan harga minyak akibat pasokan yang terhambat penutupan Selat Hormuz, serta berkurangnya produksi negara-negara penghasil minyak (OPEC) membuat investor lebih melirik dolar AS yang dinilai lebih menguntungkan. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

717 Saham Turun Harga, IHSG Sesi I Perdagangan Anjlok 3,49%

BRIEF.ID - Sebanyak 717 saham di Bursa Efek Indonesia...

Indonesia Daily Brief (March 9, 2026)

TOP NEWS Reuters — Communications and Digital Affairs Minister Meutya...

IHSG Diperkirakan Bakal Uji Level 7.480

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan...

Terbitkan Obligasi Keberlanjutan, BJBR Target Himpun Dana Rp 932 Miliar  

BRIEF.ID - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan...