BRIEF.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyambut positif kemitraan yang terjalin antara Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Badan Kerja Sama Internasional Jepang (Japan International Cooperation Agency/JICA).
Dukungan JICA di Indonesia yang kini sedang berlangsung adalah di sejumlah proyek pembangunan infrastruktur, seperti jalan tol, pelabuhan, transportasi umum, dan MRT yang nilainya mencapai Yen 551 miliar atau setara Rp 63,15 triliun.
“JICA di Indonesia adalah sifatnya proyektif. Portofolio yang sangat signifikan adalah di bidang infrastruktur,” kata Menkeu saat memberikan keterangan pers secara daring usai pertemuan bilateral dengan Presiden JICA Tanaka Akihiko di Tokyo, Jepang, Selasa (14/2/2023).

Menkeu mengungkapkan, bersama Akihiko telah disepakati bahwa kekuatan soft power yang terjalin lebih dari 50 tahun ini adalah bekal utama dalam melestarikan hubungan yang erat antara dua sahabat, Jepang dan Indonesia.
Disebutkan, JICA telah menjadi salah satu mitra terpercaya pembangunan Indonesia sejak 50 tahun lalu. Hal Ini sejalan dengan hubungan kerja sama antara Indonesia-Jepang.
Portofolio pinjaman JICA mencakup ekspansi proyek moda raya terpadu (MRT) Jakarta di Kementerian Perhubungan sebesar Yen 277 miliar atau Rp 26,02 triliun. Hal itu dilakukan agar pemerintah bisa memberikan pelayanan lebih lengkap kepada seluruh arus mobilitas masyarakat.
Kemudian proyek perumahan publik di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) senilai Yen 204 miliar atau Rp 23,38 triliun. Lalu proyek di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebesar Yen 8 miliar atau Rp 916,89 miliar.
Selain itu, ada juga penerusan pinjaman yang didapatkan PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero) untuk 3 proyek sebesar Yen 55 miliar atau Rp 6,3 triliun. Selanjutnya, Kementerian PPN/Bappenas yang mendapat pinjaman proyek senilai Yen 7 miliar atau Rp 802,28 miliar.
Menkeu menyatakan JICA juga berminat membantu garap proyek penanggulangan banjir di Indonesia. Di Tokyo, lanjutnya, telah dibangun berbagai proyek untuk menanggulangi dan mengantisipasi terjadinya banjir dengan berbagai pembangunan di bawah tanah.
“Melihat frekuensi dari bencana alam yang sering terjadi di seluruh dunia dengan adanya climate change termasuk di Indonesia, JICA memiliki perhatian atau ketertarikan untuk bisa membantu penanggulangan banjir ,” kata Menkeu.
Lebih lanjut dikatakan, Jepang sebagai bagian dari ASEAN+3 telah membantu mewujudkan perdamaian dan stabilitas kawasan untuk menjamin pertumbuhan ekonomi tetap meningkat khususnya di kawasan Asia.
“Khusus Indonesia sendiri, Jepang -melalui JICA- selama bertahun-tahun telah berkontribusi mewujudkan pembangunan di Indonesia, seperti jalan tol, pelabuhan, juga tranportasi umum sehingga masyarakat Indonesia kini bisa menikmati fasilitas MRT,” jelas dia.