BRIEF.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis perekonomian nasional mampu tumbuh hingga mendekati 8%, pada beberapa tahun ke depan. Optimisme itu disampaikan Menkeu saat menjadi pembicara pada Indonesia Economic Summit (IES) 2026, dikutip dari laman resmi Kementerian Keuangan, Kamis (5/2/2026).
“Tahun ini 6%, tahun depan 6,5%, setelah itu mendekati 7%, dan menjelang 2029 mendekati 8%, jika saya masih menjabat,” kata Menkeu.
Ia mengungkapkan, arah perekonomian nasional saat ini berada pada jalur yang tepat dan terus mengalami percepatan setelah melewati periode perlambatan. Pemulihan ekonomi Indonesia juga berlangsung kuat dan berkelanjutan.
“Saat ini perekonomian bergerak ke arah yang benar dan terus mengalami percepatan. Setelah empat bulan perkembangan ekonomi terakhir, sudah jelas bahwa pemulihan ekonomi kuat dan akan semakin menguat,” ujar Menkeu.
Disebutkan, kunci utama untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi adalah memperbaiki fundamental ekonomi Indonesia secara menyeluruh. Pemerintah tetap menjaga stabilitas fiskal meskipun memberikan stimulus untuk mendorong pertumbuhan.
“Kami memastikan likuiditas yang cukup dalam sistem, menjaga stabilitas fiskal, dan melakukan ekspansi fiskal untuk mendorong perekonomian, namun tetap tidak melampaui batas defisit 3% dari produk domestik bruto (PDB). Meski memberikan stimulus, kami tetap menjaga kehati-hatian fiskal,” ungkap Menkeu.
Pemerintah, jelas Menkeu, saat ini terus mengoptimalkan seluruh mesin pertumbuhan ekonomi, baik dari sisi pemerintah maupun sektor swasta. Ketika pemerintah mendukung sektor swasta untuk terus tumbuh, Menkeu yakin momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mengalami percepatan.
“Saat ini kami berupaya menggerakkan dua mesin pertumbuhan sekaligus, yaitu sektor pemerintah dan sektor swasta. Dengan itu, pertumbuhan di atas 6 persen menjadi mudah dicapai. Kami memanfaatkan seluruh mesin pertumbuhan ekonomi untuk memastikan ekonomi tumbuh pada kapasitas maksimalnya,” kata Menkeu.
Untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi, pemerintah terus memperbaiki iklim usaha melalui penyederhanaan birokrasi dan penghapusan berbagai hambatan investasi. Salah satu langkahnya adalah pembentukan satuan tugas khusus untuk menyelesaikan kendala dunia usaha.
“Kami memiliki satuan tugas khusus debottlenecking, di mana setiap pelaku usaha dapat menyampaikan langsung kendala yang dihadapi. Saya pikir satu tahun dari sekarang kita akan memiliki kondisi iklim bisnis yang berbeda dan jauh lebih baik. Itu cukup untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dan lebih cepat,” kata Menkeu. (nov)


