Menkeu: Guncangan Ekonomi Indonesia Bukan Kaleng-Kaleng

BRIEF.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berperan penting untuk memberikan bantalan sosial dan meredam berbagai guncangan.  

Guncangan ekonomi  dunia  yang terjadi saat ini bukan main-main, bukan  kaleng-kaleng. Banyak negara yang terperosok ke dalam jurang krisis ekonomi, pangan, dan finansial ditambah lagi krisis geopolitik yang melibatkan Rusia dan Ukraina.

“Guncangan ekonomi dunia bukan kaleng-kaleng. Guncangan ekonomi diprediksi akan berlanjut pada tahun depan. Lembaga-lembaga internasional memprediksi bakal terjadinya resesi global di 2023,” kata Menkeu saat menjadi pembicara pada Seminar “Strategi Capai Ekonomi Kuat dan Berkelanjutan di Tengah Risiko,” Jumat (28/10/2022).

Di sisi lain, Menkeu optimistis perekonomian Indonesia pada Triwulan III-2022 akan tumbuh lebih tinggi dibandingkan Triwulan II-2022,  yang sebesar 5,4% dari periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

“Pada kuartal ketiga ini,  kami harapkan momentum pemulihan ekonomi masih akan kuat,” kata dia

Menkeu menyatakan,  ekonomi Indonesia belakangan ini kian tumbuh semakin baik, dimana dalam tiga triwulan berturut-turut berhasil tumbuh di atas 5% (yoy).

Pertumbuhan ekonomi yang baik tersebut dimulai dari triwulan IV-2021 yang meningkat sebesar 5,02% (yoy), kemudian sebesar 5,01% (yoy) pada Triwulan I-2022, serta 5,44% (yoy) di Triwulan II-2022.

Di triwulan ketiga tahun ini, Sri Mulyani pun melihat perekonomian domestik masih terus pulih, bahkan di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang sebesar 30% pada awal September 2022.

“Meski harga BBM naik, dimana-mana masih macet dan permintaan konsumen serta keyakinannya  masih sangat kuat,” kata Menkeu.

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Pesta Tahun Baru di Bar Le Constellation Swiss Berujung Maut, 47 Orang Tewas dan 112 Luka-luka

BRIEF.ID - Sedikitnya 47 orang tewas dan lebih dari...

Malam Tahun Baru dan Tahun Baru 2026, Sebanyak 326.372 Orang Gunakan MRT

BRIEF.ID - PT MRT Jakarta (Perseroda) mencatat sebanyak 326.372...

Indonesia Dorong Emas Jadi Pilar Baru Ekonomi Setelah CPO dan Nikel

BRIEF.ID - Indonesia kini mendorong emas menjadi pilar baru...

Indonesia Diprediksi Jadi Bright Spot Emerging Market di 2026

BRIEF.ID - Indonesia diprediksi menjadi bright spot emerging market...