BRIEF.ID – World Gold Council menyatakan Kamboja menjadi negara Asia Tenggara yang memiliki simpanan emas terbanyak di cadangan devisanya.
Bank Sentral Kamboja menyimpan sekitar 54,43 ton emas, yang menyumbang seperempat dari cadangan devisanya atau senilai US$26 miliar (sekitar Rp437,908 triliun)
Hal itu, menempatkan Kamboja memimpin Asia Tenggara dalam cadangan emas dunia sebesar 25,4%, disusul Filipina di peringkat kedua dengan 14,9% cadangan devisa berupa emas.
Bank Nasional Kamboja melaporkan cadangan emas dunia milik Kamboja meningkat lebih dari 10% menjadi hampir US$25 miliar pada semester I Tahun 2025.
“Tingkat cadangan ini, setara dengan 7,5 bulan impor barang dan jasa, dianggap tinggi untuk negara berkembang,” sebut Bank Nasional Kamboja, seperti dikutip Khmer Times, Sabtu (10/1/2026).
World Gold Council menyebut sepanjang 2025 ada 5 negara yang meningkatkan cadangan emas secara signifikan, yakni Kamboja, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.
Disebutkan, Kamboja juga telah bersiap menjadi salah satu negara pertama yang menyimpan emas di Tiongkok. Kamboja berencana menempatkan sebagian cadangan emasnya di brankas yang terdaftar di Bursa Emas Shanghai di zona berikat Shenzhen.
Beberapa negara lain juga telah menunjukkan minat untuk menyimpan cadangan emas di Bursa Emas Shanghai, karena mempertimbangkan untuk mendiversifikasi kepemilikan cadangan mereka dari pusat-pusat yang sudah mapan seperti London.
Selain itu, Kamboja juga tengah memperluas penambangan emas. Pada November 2025, Kamboja menandatangani dua perjanjian baru dengan perusahaan Australia Renaissance Minerals Cambodia untuk memperluas kegiatan penambangan emas di provinsi Mondulkiri dan Tbong Khmum
Perluasan penambangan emas ini diprediksi menghasilkan pendapatan sekitar US$1,5 miliar selama masa proyek, menyusul produksi 16 ton emas sejak tahun 2021. (jea)


