Mendagri Tito Perintahkan Kepala Daerah Segera Lakukan Pemetaan Wilayah

BRIEF.ID – Kementerian Dalam Negeri mendesak Gubernur, Wali Kota dan Bupati untuk melakukan pemetaan wilayah dalam rangka mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (Jabar).

Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa pemetaan tersebut perlu dilakukan secara nasional oleh seluruh kepala daerah guna mengantisipasi potensi bencana agar tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban bencana alam di Indonesia.

“Setiap Bupati, Wali Kota, Gubernur harus kita petakan secara nasional. Untuk kita memikirkan potensi kalau terjadi kerawanan hidrometeorologi seperti ini, hujan lebat, hujan deras,” tuturnya dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (26/1).

Berkaitan dengan bencana alam yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat beberapa waktu lalu, Tito juga berencana melakukan relokasi rumah warga yang terdampak. Menurut Tito, keselamatan masyarakat merupakan hal yang utama agar tidak ada lagi warga yang menjadi korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu Jawa Barat.

Tito juga menilai bahwa pemukiman warga tersebut jika ditinjau dari sisi wilayah sudah tidak layak huni, maka dari itu Pemerintah akan menyiapkan tempat untuk merelokasi rumah warga.

“Relokasi warga dari kawasan rawan longsor ini penting demi keselamatan,” katanya.

Dia juga mendorong upaya reboisasi dengan menanam kembali tanaman berakar kuat guna memperkuat struktur tanah di kawasan rawan longsor tersebut. Pasalnya, selain faktor hujan deras, kondisi struktur tanah di wilayah tersebut menjadi salah satu penyebab utama terjadinya longsor.

Terlebih, menurut Tito, tanah di kawasan tersebut juga terlalu gembur sehingga kurang kokoh untuk menahan beban. Tito juga menyoroti perubahan fungsi vegetasi di kawasan perbukitan yang dinilai memperparah risiko bencana, terutama tanaman pelindung berakar kuat yang digantikan dengan tanaman hortikultura.

“Tanaman pelindungnya yang akarnya menancap ke dalam ya, yang bisa memperkuat struktur tanah itu, banyak berganti hortikultura, sayur-sayuran lain-lain ini ya. Nah itu membuat rentan sekali kalau terjadi hujan deras. Ini harus direboisasi, ditanam. Tanaman-tanaman yang akarnya yang keras, supaya struktur tanahnya bisa menguat kembali. Kalau kembali lagi nanti akan longsor lagi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Tito menekankan bahwa kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi daerah lain di Indonesia, khususnya dalam memperkuat tata ruang dan pemetaan wilayah rawan bencana. Tito juga menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang menimbulkan korban jiwa serta masih adanya warga yang dalam pencarian.

“[Saya turut berduka] atas musibah ini, ada yang wafat, kemudian juga ada yang masih hilang dalam pencarian. Ini juga menjadi pelajaran bagi kita untuk daerah-daerah lain, untuk memperkuat tata ruang. Daerah-daerah rawan seperti ini harus kita petakan,” tuturnya. (ayb)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Kapolri Ingin Polri Tetap di Bawah Presiden, Ini Alasannya

BRIEF.ID - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menolak...

Alokasi Denda Rp4,8 Triliun Perusahaan Penyebab Longsor Sumatra Disarankan untuk Pemulihan Mereka yang Terdampak

BRIEF.ID - DPR minta pemerintah memanfaatkan dana denda 28...

Bursa Asia Mengalami Penurunan, Nilai Tukar Yen Naik Terhadap Dolar AS

BRIEF.ID - Sebagian besar saham Asia mengalami penurunan pada...

Perubahan Metodologi MSCI, Berpotensi Ciptakan Tekanan Jual

BRIEF.ID – Perubahan metodologi Morgan Stanley Capital International (MSCI)...