BRIEF.ID – PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) mencatatkan penjualan bersih pada tahun fiskal 2025 sebesar Rp 7,25 triliun atau naik sekitar 1,9% secara year on year (YoY) sehingga menunjukkan pertumbuhan topline yang moderat.
“Laba bruto meningkat 2,8% YoY menjadi Rp1,27 triliun, mencerminkan perbaikan margin yang didorong oleh optimalisasi bauran produk dan pengendalian HPP,” demikian disebutkan dalam riset Phintraco Sekuritas, pada Kamis (19/2/2026).
Disebutkan bahwa laba operasional turun menjadi Rp 26,1 miliar atau turun 23% YoY, karena dipengaruhi kenaikan beban penjualan serta penurunan pendapatan sewa dan pendapatan lain-lain dibanding tahun sebelumnya.
Rugi sebelum pajak membaik menjadi Rp 92,8 miliar dari Rp 95,9 miliar. Namun, beban pajak penghasilan meningkat signifikan menjadi Rp 54.3 miliar dari Rp 18 miliar.
Hal ini menunjukkan terjadinya kenaikan rugi bersih menjadi Rp 152 miliar pada tahun fiskal 2025 dari rugi Rp118 miliar pada tahun fiskal 2024, yang terutama dipicu faktor non-operasional seperti penghapusan pajak tangguhan.
“Saat ini, MPPA diperdagangkan pada PER -5,51x dan PBV 11,53x, dibandingkan dengan PER dan PBV sub sektor food staple & retailing sebesar 16,9x dan 2,24x,” demikian disebutkan Phintraco Sekuritas. (nov)


