Masa Transisi Pandemi ke Endemi,Presiden Jokowi:Tetap Waspada

BRIEF.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak masyarakat tetap bersikap waspada memasuki masa transisi dari era pandemi Covid-19 menuju era endemi.

Presiden Jokowi secara  resmi telah mencabut kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM),  pada 30 Desember  2022.

“Memasuki masa transisi ini, saya meminta jajaran terkait  tetap waspada dan berhati-hati dalam mengambil kebijakan. Tetap menjaga stabilitas perekonomian Indonesia,” kata Presiden Jokowi pada pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Transisi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) Tahun 2023, di Gedung AA Maramis Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis (26/1/2023).

Presiden Jokowi mengungkapkan, setelah PPKM dicabut, masyarakat tidak boleh lengah. Sebab, virus corona masih menular.  

“Setelah PPKM kita cabut di akhir tahun 2022, masa ini adalah masa transisi dan kita tetap harus waspada, hati-hati dalam memutuskan kebijakan, utamanya ekonomi yang sekarang ini kita berada pada posisi yang sangat baik,” jelas Presiden Jokowi.

Disebutkan,  di tengah upaya penanganan pandemi pada tahun 2022, Indonesia mampu menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kuartal III  pertumbuhan ekonomi berada di angka 5,72% dan year on year pada tahun 2022. Seperti  disampaikan Pak Menko Airlangga  pertumbuhan 5,3%, kalau itu tercapai sebuah prestasi yang sangat baik yang bisa kita capai,” ujarnya.

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Arus Balik Lebaran 2025, Jalan Tol Palembang-Betung Gratis

BRIEF.ID - Jalan Tol Palembang-Betung seksi II Rengas-Pangkalan Balai...

Prabowo Melayat Uskup Agung Kupang Mgr Petrus Turang di Katedral Jakarta

BRIEF.ID - Presiden Prabowo Subianto melayat ke Katedral Jakarta,...

Uni Eropa Sebut Kebijakan AS Dorong Kenaikan Harga

BRIEF.ID - Uni Eropa atau European Union (EU) merespons...

Menakar Dampak Tarif Impor 32% AS untuk Neraca Perdagangan Indonesia dan IHSG

BRIEF.ID - Pemberlakuan tarif impor terhadap 160 negara, yang...