BRIEF.ID – Calon Wakil Presiden (Cawapres) Mahfud MD didampingi Dewan Penasihat TPN Ganjar-Mahfud, Yenny Wahid mengawali kampanye di Provinsi Lampung dengan berziarah ke makam Al-Mursyid KH Ahmad Shodiq di Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalamah di Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur, Rabu (24/1/2024).
Mahfud mengatakan, KH Ahmad Shodiq adalah sahabat Presiden ke-4 Republik Indonesia (RI) Abdurrahman Wahid yang akran disapa Gus Dur.
“Kiai Ahmad Shodiq adalah temannya Gus Dur, presiden keempat Republik Indonesia. Nah, sekarang beliau juga almarhum, dulu sering ke sini dan saya juga pernah beberapa kali ke sini. Sekarang karena Gus Dur sudah meninggal, saya ditemani putri beliau, Mbak Yenny Wahid,” jelas Mahfud.
Ia kemudian memotivasi para santri. Disebutkan para santri sebagai generasi muda, tunas bangsa nantinya yang akan memimpin Indonesia.
Mahfud memastikan bahwa para santri bisa menjadi pemimpin bangsa. Dan, itu telah dibuktikan Gus Dur yang menjadi presiden dan KH Ma’ruf Amin yang kini menjabat Wakil Presiden. Bahkan, jelas Mahfud, sebagai mantan santri, ia juga pernah menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) pada periode 2008-2013, Menteri Pertahanan pada era Presiden Gus Dur, Menteri Kehakiman, dan saat ini masih Menko Polhukam pada Kabinet Indonesia Maju.
“Saya adalah lulusan pesantren. Saya sejak kecil menjadi santri di pesantren Al-Mardiyah di Madura. Ternyata saya bisa menjadi Menko Polhukam, bisa menjadi Menteri Pertahanan, lalu jadi menjadi Menteri Kehakiman. Di zaman SBY menjadi Ketua MK dan di zaman Pak Jokowi saya menjabat Menko Polhukam. Artinya, pesantren itu jangan dianggap remeh, pesantren itu melahirkan tokoh-tokoh besar yang bisa membawa Indonesia lebih maju,” ucapnya.
Menurut dia, kalau orang pesantren yang memimpin kemajuan Indonesia bukan hanya maju fisiknya, juga moralnya.
“Karena di pesantren orang diajari akhlak dulu, sebelum diajari ilmu-ilmu yang sifatnya keterampilan,” kata Mahfud.
Sementara itu Yenny memotivasi dan menyemangati para santri dengan menyampaikan, bahwa para santri merupakan orang-orang istimewa karena mempelajari ilmu dunia dan akhirat.
“Santri lebih istimewa dari anak-anak yang bukan santri. Karena santri bukan saja belajar ilmu dunia, juga ilmu akhirat,” ujar Yenny.
Ia menyampaikan, salah satu contoh sosok santri yang bisa dijadikan contoh adalah Mahfud, yang pernah menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2008-2013 dan kini menjabat menteri sekaligus calon pemimpin Indonesia.
“Jadi, kita sudah melihat contoh santri yang hebat, namanya Mahfud MD. Ini muridnya Gus Dur, menjadi penerus Gus Dur untuk memimpin negara kita, agar ke depan makin makmur dan sejahtera,” jelas Yenny.
Menurut Yenny, berdasarkan kajian PricewaterhouseCoopers, sebuah jaringan jasa profesional terbesar di dunia, Indonesia akan menjadi negara maju dan kekuatan ekonomi kelima terbesar di dunia, pada tahun 2045 atau pada seabad Indonesia merdeka.
Kejayaan itu, kata Yenny, akan terwujud apabila Indonesia dapat menekan angka korupsinya.
“Karena itu kita titip amanah kepada Pak Mahfud sebagai pejuang hukum yang selama ini terkenal sebagai sosok yang anti korupsi. Tolong ke depan, kita berjuang bersama untuk memberantas korupsi di Indonesia agar Indonesia tahun 2045 ketika kalian jadi pemimpin negara ini sudah siap, sudah lebih kaya lagi. Penegakan hukum itu penting, anti korupsi itu penting, karena kalau tidak, negara ini ya begini, negaranya kaya rakyatnya masih tidak sejahtera,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Yenny secara khusus berpesan kepada para santri agar rajin belajar agar menjadi penerus para kiai dan menjadi pemimpin bangsa.
“Ke depan nanti kalian bisa memastikan Indonesia bisa mencapainya misi keemasan keemasan Indonesia. Mari kita sama-sama memastikan ke depan kita dipimpin pemimpin yang amanah,” pungkas dia.