BRIEF.ID – Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Riano Ahmad mengatakan pelaksanaan Lebaran Betawi berperan penting untuk memperkuat identitas budaya Jakarta dan mendorong pengembangan sektor pariwisata.
“Saya mengapresiasi seluruh rangkaian kegiatan Lebaran Betawi yang digelar pada 10, 11, hingga 12 April. Ini merupakan kegiatan rutin pemerintah daerah dalam rangka mengembangkan pariwisata dan budaya,” ujar Riano di Jakarta, Senin (13/4/2026).
Ia mengatakan, salah satu ciri khas kota global adalah kuatnya identitas budaya yang dimiliki. Dalam konteks Jakarta, budaya Betawi menjadi identitas utama yang harus terus ditampilkan dan dikembangkan.
“Kalau kita berbicara kota global, salah satu yang harus terlihat adalah identitas budayanya. Sesuai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024, ikon budaya utama Jakarta adalah budaya Betawi dan budaya-budaya lainnya,” jelas Riano.
Disebutkan, pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan berkewajiban untuk terus mendukung pelestarian dan pengembangan budaya Betawi. Penyelenggaraan Lebaran Betawi, kata dia, yang telah memasuki tahun ke-18 menunjukkan konsistensi sebagai agenda budaya yang terus berkembang dari tahun ke tahun.
“Ini bukan kegiatan baru, tetapi sudah berjalan puluhan tahun. Setiap tahun tentu ada pengembangan, ada atraksi budaya yang berbeda,” katanya.
Pada tahun ini, Lebaran Betawi mengusung tema “Lebaran Betawi Perekat Persatuan Warga Jakarta,” yang menurutnya mencerminkan semangat kebersamaan seluruh warga Jakarta tanpa memandang latar belakang suku.
“Ini bukan hanya milik masyarakat Betawi saja, tetapi menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi seluruh warga Jakarta,” tambahnya.
Terkait pengembangan ke depan, Riano berharap, budaya Betawi tidak hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga memiliki peran lebih luas dalam berbagai sektor kehidupan di Jakarta.
Ia menekankan pentingnya peran masyarakat Betawi untuk menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri, tidak hanya dalam bidang budaya, tetapi juga sosial, ekonomi, hingga politik.
“Ini cita-cita utamanya, bagaimana Betawi bisa menjadi tuan rumah di kampungnya sendiri. Bukan dalam arti eksklusif atau menutup diri, tetapi justru ingin berkarya dan berpartisipasi di berbagai bidang,” jelasnya.
Riano menegaskan, masyarakat Betawi terbuka untuk berkolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat Jakarta dalam membangun kota.
“Kita ingin menunjukkan bahwa kita bisa bersama-sama, bergandengan tangan, membangun Jakarta sebagai kota yang maju dan inklusif,” tandasnya. (nov)


