BRIEF.ID – Saat ini PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) menghadapi ancaman serius terhadap kinerja bisnis dan profitabilitasnya, terutama setelah laporan Kuartal I-2025 menunjukkan penurunan laba bersih hingga 91%.
Laba bersih SMGR pada Kuartal I-2025 tercatat sebesar Rp 43 miliar atau turun tajam sebesar 90,97% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 471,81 miliar.
Disebut-sebut, penurunan laba ini disebabkan oleh beberapa faktor utama, di antaranya kontraksi industri semen domestik. Industri semen di Indonesia mengalami penurunan permintaan pada Kuartal I-2025, baik di segmen semen kantong (ritel) maupun semen curah (bulk).
Hal ini berdampak pada penurunan volume penjualan SMGR menjadi 8,57 juta ton dan penurunan pendapatan sebesar 8,6% menjadi Rp 7,65 triliun dari sebelumnya Rp 8,37 triliun.
Selain itu, tantangan ekonomi makro berdampak pada daya beli konsumen yang melemah dan pemangkasan anggaran infrastruktur pemerintah turut menekan permintaan semen. Proyek-proyek besar seperti pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan permintaan semen.
Persaingan ketat dan oversupply mengakibatkan industri semen menghadapi kondisi oversupply dengan kapasitas produksi yang melebihi permintaan. Situasi ini menyebabkan persaingan harga yang ketat, menekan margin keuntungan perusahaan.
Meskipun menghadapi tantangan cukup berat, SMGR berhasil mencatatkan peningkatan penjualan di kawasan regional sebesar 13,8% year-on-year, menunjukkan upaya perusahaan dalam menggarap pasar luar negeri untuk mengimbangi penurunan di pasar domestik.
Untuk menghadapi tantangan ini, SMGR berencana meningkatkan fokus pada segmen ritel melalui strategi yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah, serta terus mengembangkan portofolio produk semen hijau dan inovatif guna mendukung program pembangunan berkelanjutan pemerintah. (nov)