BRIEF.ID – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menekankan pentingnya pemahaman ilmu ekonomi makro di kalangan generasi muda. Sebab, keputusan-keputusan ekonomi individu, ketika terjadi secara kolektif, dapat mempengaruhi stabilitas perekonomian nasional sehingga diperlukan peran negara melalui kebijakan fiskal.
Demikian disampaikan Suahasil saat memberikan Kuliah Umum di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Depok, Jawa Barat, pada Senin (9/2/2026).
Suahasil menyampaikan bahwa mempelajari ekonomi makro memiliki urgensi dan relevansi sebagai alat untuk mencapai tujuan-tujuan negara sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.
“Kenapa belajar makro? Karena kita ingin memenuhi tujuan negara. Bukan sekadar kesejahteraan individu, tapi kesejahteraan bersama yang tadi dituliskan di alinea pembukaan tersebut”, ujar dia.
Suahasil mengatakan, teori ekonomi makro berkembang, antara lain karena pengalaman Depresi Besar 1930-an, ketika mekanisme pasar tidak mampu memulihkan ekonomi secara otomatis. Pemikiran John Maynard Keynes kemudian menegaskan perlunya intervensi pemerintah, terutama melalui kebijakan fiskal, untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Cara mengukur kesehatan perekonomian suatu negara, lanjutnya, adalah melalui Produk Domestik Bruto (PDB), inflasi, serta indikator ketenagakerjaan. Menurutnya, angka-angka tersebut bukan sekedar statistik, tetapi cerminan aktivitas nyata masyarakat: konsumsi rumah tangga, investasi dunia usaha, peran belanja pemerintah, hingga kontribusi ekspor-impor.
Dengan memahami berbagai indikator makro tersebut akan membuat seseorang lebih mampu membaca kondisi ekonomi, merancang kebijakan yang tepat, dan menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan.
“Selamat belajar dan saya yakin pada saatnya Anda akan ikut membangun Indonesia yang lebih maju ke depan”, kata dia.


