BRIEF.ID – Raksasa elektronik Korea Selatan, Samsung Electronics melaporkan hasil kuartalan terkuat dalam sejarah untuk periode Januari-Maret 2026, dengan laba operasional mencapai 57,23 triliun won atau setara US$ 38,5 miliar. Hasil ini mencapai delapan kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya dan melampaui ekspektasi pasar dengan selisih yang besar.
Dikutip dari Korea JoongAng Daily, Kamis (30/4/2026), angka tersebut menandai lonjakan 755,46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, setelah didorong oleh permintaan memori yang kuat dan kenaikan harga chip, jauh melebihi konsensus pasar sebesar 40,2 triliun won yang dikumpulkan oleh pelacak pasar FnGuide.
Disebutkan, angka itu melampaui total laba operasional tahunan Samsung sebesar 43,6 triliun won pada tahun 2025.
Pendapatan pada kuartal itu sebesar 133,87 triliun won, naik 69,16% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut juga di atas perkiraan sebesar 119 triliun won.
Hampir 94% dari laba perusahaan dikaitkan dengan divisi chip semikonduktornya, didorong oleh penjualan chip memori bandwidth tinggi yang digunakan di pusat data AI. (nov)


