BRIEF.ID – Indeks di bursa Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Rabu (11/2/2026). Indeks Dow Jones juga ditutup melemah, akibat koreksi dari saham sektor keuangan dan jasa komunikasi.
Data nonfarm payrolls yang lebih baik dari estimasi tidak dapat mempertahankan reli indeks Dow Jones setelah ditutup menguat selama tiga hari berturut-turut.
Investor memperkirakan penurunan suku bunga the Fed akan lebih sedikit jika pasar tenaga kerja AS membaik.
Data nonfarm payrolls menunjukkan bahwa penyerapan 130 ribu tenaga kerja pada Januari 2026, jauh lebih tinggi dari pada kenaikan 48 ribu yang direvisi ke bawah pada Desember 2026. Capaian ini jauh di atas perkiraan 70 ribu, angka tertinggi sejak Desember 2024.
Sedangkan tingkat pengangguran turun pada level 4.3% di Januari 2026 dari 4.4% di Desember 2025, serta di atas estimasi 4.4%. Meskipun laporan tersebut menunjukkan peningkatan lapangan kerja yang kuat, area pertumbuhan tetap terkonsentrasi hanya pada beberapa sektor, terutama terkait perawatan kesehatan, yang menambahkan total 124 ribu posisi.
Angka itu dua kali lipat dari pertumbuhan normal pada tahun 2025. Selain itu, masih ada kemungkinan revisi ke bawah terhadap pasar tenaga kerja, terutama setelah setiap bulan pada tahun 2025 mengalami penyesuaian yang lebih rendah.
Imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun naik 2 bps ke level 4,174%, merespon data tenaga kerja AS yang lebih baik dari estimasi. Harga emas spot menguat 1,25% ke level US$ 5.085 per troy ons. Pembelian jangka panjang yang stabil membantu emas mendapatkan kembali momentum setelah sempat mengalami penurunan. (nov)


