Koreksi IHSG Diprediksi Berlanjut

BRIEF.ID – Setelah  ditutup melemah pada level 8.280,83 atau turun  1,37% pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (24/2/2026), koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi berlanjut.

Riset Phintraco Sekuritas yang dirilis Rabu (25/2/2026) menyebutkan bahwa IHSG akan bergerak pada resistance 8.350, pivot  8.300, dans support  8.200. Saham-saham yang diunggulkan adalah BMRI, ADHI, PTPP, BRIS, dan TLKM.

“Secara teknikal, momentum penguatan histogram MACD IHSG mulai melemah dan terjadi pembentukan Death Cross Stochastic RSI di area overbought. IHSG kembali ditutup di bawah level MA5 di sekitar 8.306, sehingga diperkirakan koreksi IHSG berpotensi berlanjut dan menguji level support di 8.200-8.250,” demikian disebutkan dalam riset itu.

Sebelumnya, IHSG ditutup melemah di level 8.280,83 atau turun 1,37%  pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (24/2/2026).

Sektor energi mencatatkan koreksi terbesar, sedangkan sektor keuangan menjadi satu-satunya sektor yang menguat. Seiring  pelemahan IHSG, Rupiah juga ditutup melemah pada level Rp 16.829 per Dolar AS di pasar spot.

Pelemahan nilai tukar Rupiah  sejalan dengan koreksi mayoritas mata uang Asia akibat penguatan Dolar AS. Ketidakpastian mengenai kebijakan tarif AS dan prospek suku bunga AS yang masih relatif ketat membuat Dolar AS berbalik menguat. Akibatnya, harga emas mengalami koreksi dari level tertinggi selama tiga pekan terakhir dan juga akibat profit taking.

Sementara itu, dari Tiongkok dilaporkan bahwa bank sentral kembali mempertahankan suku bunga pinjaman tetap selama sembilan bulan berturut-turut di Februari 2026, yaitu Loan Prime Rate 1Y sebesar 3% dan Loan Prime Rate 5Y di level 3,5%, pada Selasa (24/2/2026).

Presiden AS Donald Trump dijadwalkan akan berpidato, pada Rabu (25/2/2026) di hadapan Kongres AS mengenai laporan tahunan resmi, yang antara lain berisi tentang kondisi negara dan rencana kebijakan pemerintahannya ke depan.

Sedangkan dari Eropa dilaporkan, investor akan mencermati GfK Consumer Confidence Jerman bulan Maret 2026, yang diperkirakan di level -23,8 dari -24,1. Sedangkan inflasi Euro Area bulan Januari 2026 diperkirakan melambat menjadi 1,7% YoY dari 2% YoY. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Setelah AS, Presiden Prabowo Berkunjung ke Yordania

BRIEF.ID - Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto tiba...

IHSG Ditutup Melemah

BRIEF.ID –  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah...

Kinerja Bank Mandiri Solid Pada Januari 2026

BRIEF.ID – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatat...

Mantan Dubes Inggris untuk AS Peter Mandelson Ditangkap

BRIEF.ID – Mantan Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat...