Konflik Timur Tengah Kembali Memanas, Harga Emas hingga IHSG Anjlok

BRIEF.ID – Konflik Timur Tengah yang kembali memanas setelah pernyataan keras Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, membuat harga emas, rupiah, hingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) loyo pada perdagangan awal pekan, Senin (6/4/2026).

Pernyataan terbaru Presiden Trump yang memberikan deadline kepada Iran untuk mencapai kesepakatan, dan membuka Selat Hormuz paling lambat Selasa (7/4/2026) pukul 01:30 dinihari waktu setempat, tak membuat Iran ciut.

Trump mengatakan akan mengerahkan militer AS untuk menghancurkan setiap pembangkit listrik dan infrastruktur penting di Iran, jika kesepalatan damai, dan pembukaan Selat Hormuz tidak tercapai sampai batas waktu tersebut.

Otoritas Iran justru menganggap ancaman Presiden Trump sebagai tindakan yang menunjukkan ketidakberdayaan, kegugupan, dan kebodohan dalam memahami kondisi perang yang dimulai oleh AS.

Dampaknya, harga minyak dunia terus melambung. Pada perdagangan sesi pagi ini, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) dibuka naik 0,8% menjadi US$112.47 per barel, sedangkan minyak Brent yang menjadi patokan BBM di Indonesia naik 1,62% menjadi US$110,81 per barel.

Kenaikan harga minyak dunia diikuti indeks dolar AS, yang dibuka menguat di level 100,18. Sebaliknya, harga emas hingga saham mengalami tekanan.

Harga emas dunia, pada sesi pagi ini turun 0,41% diangka US$4.618 dolar per troy ounce. Begitu juga bursa saham kawasan Asia mayoritas dibuka di zona merah.

Di tanah air, harga emas Antam anjlok Rp26.000 menjadi Rp2.831.000 per gram. Sedangkan harga pembelian kembali (buyback) emas Antam terkoreksi Rp27.000 menjadi Rp2.550.000 per gram.

Nilai tukar rupiah di pasar spot masih berada di level Rp17.000 per dolar AS. Hingga pukul 10:45 WIB, rupiah terpantau masih tertekan, dan berada di Rp17.057 per dolar AS.

Sementara IHSG terhempas dari level 7.000 karena tekanan jual yang dilancarkan Investor. Hingga pukul 10:45 WIB, IHSG terpantau berada di level 6.980.

Untuk perdagangan hari ini, rupiah diprediksi masih berada dalam tekanan, dan bergerak di kisaran Rp16.980 per dolar AS hingga Rp17.080 per dolar AS. Sedangkan IHSG hari ini diperkirakan bergerak di level support 6.900 hingga level resistance 7.050. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

IHSG Awal Pekan Terhempas dari Level 7.000, BREN dan BBCA Masih Dilepas Investor

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Indeks Berjangka Turun Ditopang Laporan Pekerjaan Maret 2026

BRIEF.ID – Kontrak berjangka Amerika Serikat (AS) diperdagangkan sedikit...

Konflik Timur Tengah Berlanjut, Pergerakan IHSG Diperkirakan Terbatas

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan...

Presiden Prabowo: Selamat Paskah

BRIEF.ID - Presiden Prabowo Subianto mengucapkan Selamat Paskah...