Kinerja Hilirisasi Industri Baja Topang Pertumbuhan Ekonomi

BRIEF.ID – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kinerja hilirisasi industri baja nasional semakin kuat dan berperan strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Disebutkan dinamika perdagangan global dan tantangan kelebihan pasokan baja dunia, Pemerintah menegaskan komitmen untuk memperkuat daya saing industri dalam negeri melalui hilirisasi, perlindungan pasar domestik, serta percepatan transformasi menuju industri baja rendah karbon.

“Kita patut bangga, pada tahun 2025 sektor industri logam kita mencatatkan prestasi  impresif. Pertumbuhan PDB sektor ini menembus angka 15,71% di atas rata-rata manufaktur dan PDB nasional,” ujar  Airlangga  saat berpidato  melalui video pada Musyawarah Nasional (MUNAS) ke-5 The Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) di Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Kinerja positif  ditopang oleh konsumsi baja domestik yang meningkat dari 18,6 juta ton pada 2024 menjadi 19,3 juta ton pada 2025. Permintaan berasal dari sektor konstruksi, termasuk melalui Program Pembangunan 3 Juta Rumah, sektor manufaktur, serta sektor otomotif. Dengan kapasitas produksi nasional sekitar 16–17 juta ton per tahun dan tingkat utilisasi yang masih di bawah 60–70%, industri baja nasional memiliki ruang yang besar untuk meningkatkan produksi dan memperkuat substitusi impor.

Selain itu, hilirisasi yang dijalankan secara konsisten turut mendorong peningkatan nilai ekspor. Komoditas fero-nikel menjadi salah satu unggulan dengan nilai ekspor mencapai US$ 14,94 miliar pada periode Januari–November 2025. Pasar ekspor juga semakin terdiversifikasi, dengan Australia menjadi tujuan utama untuk produk barang dari besi dan baja senilai US$ 1,6 miliar, disusul Singapura dan Inggris. Sementara itu, RRT tetap menjadi mitra dagang utama dengan nilai ekspor lebih dari US$ 16 miliar.

“Hilirisasi yang dijalankan secara konsisten telah membuahkan hasil nyata. Kita tidak lagi bergantung pada satu pasar, dan baja Indonesia telah memiliki kualitas dengan standar global,” tegas Airlangga.

Dari sisi investasi, sektor ini juga menunjukkan peningkatan signifikan. Investasi asing meningkat dua kali lipat dari US$ 8,05 miliar pada 2021 menjadi US$ 16,37 miliar pada 2025, dengan kontribusi terbesar berasal dari Hongkong, Singapura, dan Tiongkok. Namun demikian, tantangan global tetap perlu diantisipasi, termasuk potensi kelebihan pasokan baja dunia yang diperkirakan mencapai 2,5 miliar metrik ton pada 2025 serta meningkatnya tren proteksionisme.

Memasuki tahun 2026, isu dekarbonisasi dan implementasi Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) juga menjadi perhatian utama. Pemerintah mendorong transformasi menuju Green Steel melalui adopsi teknologi rendah karbon seperti Electric Arc Furnace (EAF) yang mampu mereduksi emisi hingga 85 persen, guna memastikan daya saing baja Indonesia di pasar global yang semakin menuntut standar keberlanjutan.

Dalam upaya menghadapi praktik perdagangan yang tidak adil, Pemerintah memperkuat instrumen perlindungan industri melalui Bea Masuk Anti-Dumping pada sejumlah produk baja, pengetatan Lartas dan pengawasan impor melalui kewajiban Persetujuan Impor dan Laporan Surveyor untuk 440 pos tarif besi baja, serta pemberlakuan 23 Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib guna menjaga kualitas produk yang beredar di pasar domestik.

Pemerintah akan terus mengoptimalkan sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) agar belanja Pemerintah menyerap baja lokal, mendorong keberlanjutan insentif Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) untuk menjaga daya saing biaya produksi, serta membangun klaster industri baja yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Indonesia Daily Brief (February 13, 2026)

TOP NEWS Tempo — Indonesia’s benchmark IHSG slipped 0.31 percent...

Targetkan Pertumbuhan 8%, Kolaborasi Pemerintah-Dunia Usaha Berperan Strategis

BRIEF.ID – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kolaborasi pemerintah...

Harga Daging Sapi Naik 15% Jelang Ramadan

BRIEF.ID – Di pasaran saat ini, harga daging sapi...

GLM-5 vs Gemini: Zhipu AI Pesaing Google?

BRIEF.ID - Persaingan model kecerdasan buatan atau Artificial Intelligent...