Kemenag – KPU RI Teken MoU Wujudkan Pemilu Lancar, Aman, Damai, dan Bersih

BRIEF.ID – Kementaerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia dan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) menandatangani Nota Kesepahaman untuk mewujudkan Pemilihan Umum (Pemilu) yang lancar, aman, damai, dan bersih.

Nota Kesepahaman ditandatangani Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dan Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari di Kantor KPU RI, Jakarta, Jumat (15/9/2023).

“Saya bersyukur dan senang dilibatkan dalam proses demokrasi yang bersejarah ini. Kementerian Agama siap mendukung dan berkontribusi penuh untuk menyukseskan Pemlu 2024,” kata Menag melalui keterangan tertulis, pada Sabtu (16/9/2023).

Ia mengatakan, akan   mengerahkan seluruh instrumen yang dimiliki, terutama dalam menyosialisasikan dan mengedukasi penyelenggaraan Pemilu 2024.

Insya Allah, kami akan memberikan semampu yang kami punya,” ungkapnya.

Disebutkan, Kementerian Agama  memiliki penyuluh agama sebanyak 50 ribu orang,  Madrasah Aliyah yang sebagian besar pelajarnya sudah memiliki hak suara,  dan perguruan tinggi.

Selain itu, Kemenag juga memilki Kantor Urusan Agama (KUA) yang tersebar di seluruh kecamatan di Indonesia sehingga dalam situasi tertentu dapat digunakan KPU untuk kegiatan-kegiatan kepemiluan.

Alhamduillah dalam sejarah Pemilu di Indonesia, perbedaan dapat diselesaikan dengan baik sehingga tidak mencederai persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

BPS–Kemsos Kerahkan 30 Ribu Pendamping PKH Bantu Verifikasi PBI-JKN

BRIEF.ID –  Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Sosial...

Hadiri Pertemuan Dewan Perdamaian, Presiden Prabowo Bertolak ke Washington DC

BRIEF.ID – Presiden Prabowo Subianto didampingi Menteri ESDM Bahlil...

Bursa Saham Asia Melemah Imbas Data Ekonomi Jepang, BEI Libur Hari Raya Imlek

BRIEF.ID - Bursa saham Asia mengawali pekan ini dengan...

Prabowo Panggil Menteri Ekonomi Bahas Strategi Perundingan Indonesia-AS

BRIEF.ID - Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri ekonomi...