Kejagung Belum Berencana Panggil Jokowi di Sidang Kasus Tata Kelola Minyak Mentah

BRIEF.ID – Kejaksaan Agung memberikan respons terkait usulan untuk menghadirkan Presiden ke-7 Joko Widodo dalam sidang kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah di Pertamina.

Menanggapi ide yang dilemparkan oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tersebut, Direktur Penuntutan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Riono Budi Santoso, mengatakan bahwa langkah tersebut tidak memiliki urgensi dan belum ada rencana memanggil Presiden Joko Widodo.

“Iya relevansinya itu kan kami lihat si tidak relevan lah itu ya,” tuturnya di Kejaksaam Agung Jakarta, Jumat (30/1).

Lebih lanjut, Riono menjelaskan bahwa pemanggilan saksi di luar rencana hanya bisa terjadi jika ada perintah dari majelis hakim, namun hingga saat ini instruksi tersebut tidak pernah ada.

Dia menambahkan bahwa nama Jokowi muncul murni dari ucapan saksi atas nama Ahok di persidangan dan bukan berdasar pada dokumen penyidikan atau agenda pemeriksaan saksi

“Wah itu kan ya saksi yang bersangkutan yang ngomong kan. Kalau kami mendasarkan pada apa yang kami jadwalkan ya. Sesuai dengan yang sudah disusun dari apa yang memberikan keterangan dalam BAP,” katanya.

Sebelumnya, Ahok dalam persidangan mendesak jaksa untuk memeriksa Jokowi guna mengklarifikasi pencopotan Djoko Priyono dan Mas’ud Khamid dari jabatan direktur anak usaha Pertamina.

Ahok menilai keduanya adalah sosok berintegritas tinggi, terutama Mas’ud Khamid yang berani menolak pengadaan bermasalah.

“Makanya saya bilang ini adalah salah satu terbaik yang kita punya. Pak Djoko ini, ini orang kilang, asli dari kilang. Ini orang menurut saya adalah orang yang terbaik pengetahuan tentang kilang, dia yang kasih tahu saya kelemahan kilang, apa yang mau diperbaiki,” ujar Ahok di pengadilan Tipikor Jakarta beberapa waktu lalu.

Ahok mengungkapkan rasa sedih sekaligus herannya atas keputusan pencopotan tersebut yang dinilai tidak menghargai kompetensi.

Menurutnya, sistem di perusahaan negara tersebut perlu dipertanyakan ketika orang-orang yang bekerja dengan benar justru disingkirkan.

“Saya pikir BUMN ini keterlaluan gitu lo, mencopot orang yang bukan meritokrasi. Kenapa orang yang mau melakukan yang saya lakukan dicopot? Ini orang terbaik pak Joko itu, makanya saya tulis dicopot,” tutup Ahok. (AYB)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar Mengundurkan Diri

BRIEF.ID – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK)...

Langkah Doris Tan Pimpin Transisi Bahan Bakar Jet Hijau di Shell

BRIEF.ID – Dekarbonisasi adalah syarat mutlak bagi pertumbuhan industri...

Menkeu: Pengunduran Diri Dirut BEI Untungkan Pemerintah

BRIEF.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan,...

Menkeu Ungkap Kesalahan Fatal Dirut BEI Iman Rachman

BRIEF.ID - Menteri Keuangan (Menkeu)  Purbaya Yudhi Sadewa menilai...