Kecelakaan KA Tewaskan 40 Orang, PM Spanyol Umumkan Tiga Hari Masa Berkabung

BRIEF.ID – Pemerintah Spanyol memulai tiga hari masa berkabung pada  Selasa (20/1/2026) disaat  tim penyelamat terus menyisir puing-puing kereta yang hancur dan reruntuhan yang berserakan untuk menemukan korban selamat pasca  tabrakan kereta api yang menewaskan sedikitnya 40 orang dan melukai puluhan lainnya.

Pada Senin, lebih dari 18 jam setelah kereta cepat yang membawa sekitar 300 penumpang tujuan Madrid, Spanyol tergelincir dan bertabrakan dengan kereta yang datang dari arah berlawanan. Masyarakat  di seluruh negeri masih berupaya menghubungi orang-orang terkasih yang hilang dan terjebak dalam bencana kereta api terburuk di Spanyol dalam lebih dari satu dekade.

Dikutip dari The Guardian, Selasa (20/1/2026), seorang warga bernama Juan Barroso mengatakan, lima anggota keluarga besarnya termasuk di antara hampir 200 orang yang menuju dari Madrid ke kota Huelva di selatan dengan kereta api. Setelah tabrakan di dekat Adamuz di provinsi Córdoba, hanya satu dari mereka, seorang anak berusia enam tahun, telah ditemukan.

“Sekarang kami sedang mencari empat orang yang hilang. Kami sudah ke mana-mana. Semua rumah sakit di Jaén, Úbeda, dan Córdoba,”  kata Barroso kepada wartawan.

PM Spanyol Pedro Sánchez saat mengumumkan masa berkabung selama tiga hari.

Keluarga  lainnya menggunakan media sosial untuk memposting foto orang-orang terkasih mereka, memohon agar ada pihak yang menghubungi. “Jika ada yang di Adamuz mengenali pria ini, dia ayah saya, tolong hubungi saya,” bunyi salah satu pesan.

Polisi mengatakan  telah membuka beberapa kantor tempat orang dapat mengajukan laporan dan “memberikan sampel DNA untuk tujuan identifikasi.”

Berbicara kepada wartawan selama kunjungan ke lokasi kejadian, Perdana Menteri (PM) Spanyol Pedro Sánchez, berjanji bahwa penyelidikan terkait penyebab kecelakaan  akan dilakukan secara menyeluruh dan transparan.

“Masyarakat Spanyol, seperti kita semua, bertanya-tanya apa yang terjadi, bagaimana itu terjadi, bagaimana tragedi ini bisa terjadi. Dan saya yakin bahwa waktu dan kerja para ahli akan memberi kita jawaban tersebut,” kata Sánchez saat mengumumkan masa berkabung, Senin (19/1/2026).

Tabrakan terjadi tepat sebelum pukul 20.00 Waktu Setempat,  pada Minggu (18/1/2026) malam, ketika bagian belakang kereta yang menuju Madrid keluar dari rel dan masuk ke jalur kereta yang datang dari arah berlawanan.

Benturan tersebut membuat dua gerbong pertama kereta yang menuju selatan terlempar keluar dari rel, menyebabkan kereta  itu jatuh menuruni lereng setinggi 4 meter (13 kaki), kata Menteri Transportasi Spanyol, Óscar Puente. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Perancang Busana Valentino Garavani Meninggal Dunia

BRIEF.ID – Perancang busana Italia, Valentino Garavani meninggal dunia...

Presiden Usulkan ke DPR RI 3 Nama Calon Pengganti Juda Agung

BRIEF.ID - Presiden Prabowo Subianto mengusulkan ke Dewan Perwakilan...

Juda Agung Mengundurkan Diri, Gubernur BI Ajukan Calon Pengganti Kepada Presiden

BRIEF.ID - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo telah...

Kontrak Berjangka AS Anjlok

BRIEF.ID - Saham-saham di bursa Eropa sebagian besar turun...