BRIEF.ID – Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) membuka akses pangkalan militer dan bergabung dengan pasukan Amerika Serikat (AS) untuk perang melawan Iran.
Seperti dilansir Wall Street Journal, Selasa (24/3/2026), sumber dari otoritas Arab Saudi dan UEA menyatakan langkah tersebut ditempuh karena Arab Saudi dan UEA terus menjadi sasaran rudal Iran, meskipun telah menyatakan tak akan menyerang negara tersebut.
Arab Saudi dilaporkan telah setuku membuka akses militer AS ke Pangkalan Udara King Fahd. Sedangkan UEA telah menutup rumah sakit dan klub milik Iran, yang melemahkan sumber dukungan utama bagi Teheran.
Langkah tersebut, menunjukkan perubahan sikap Arab Saudi dan UEA, setelah sebelumnya menyatakan pangkalan-pangkalan militer mereka tidak dapat digunakan untuk menyerang Iran. Hal ini berpotensi meningkatkan konflik geopolitik di Timur Tengah.
Wall Street Journal juga menampilkan gambar dari potongan video, yang menunjukkan bahwa beberapa rudal yang digunakan dalam serangan terhadap Iran, diluncurkan dari Bahrain.
Meski demikian, Pemerintah maupun Militer AS belum memberikan klarifikasi apakah mereka telah mendapatkan bantuan dari negara-negara di kawasan Timur Tengah untuk perang melawan Iran.
Arab Saudi dan UEA, yang merupakan mitra AS di kawasan Teluk, menyampaikan bahwa mereka semakin frustrasi dengan Iran, yang telah menanggapi serangan AS dan Israel dengan menyerang target di beberapa negara tetangga.
Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump, menyampaikan menunda serangan terhadap infrastruktur energi Iran, dan memberi waktu 5 hari untuk dialog produktif dengan Iran.
AS memastikan tidak akan menargetkan infrastruktut energi Iran, dan memberi waktu 5 hari terhitung Senin (23/3/2026), untuk melanjutkan “dialog produktif” dengan negara tersebut.
Televisi pemerintah Iran melaporkan AS telah mencoba bernegosiasi dengan Iran melalui perantara dalam beberapa hari terakhir, tetapi pemerintah Teheran belum menanggapi permintaan tersebut.(Jea)


