Iran Minta Jaminan untuk Akhiri Perang dengan AS dan Israel

BRIEF.ID – Iran meminta jaminan untuk mengakhiri perang dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel, sekaligus untuk mencegah agresi atau serangan di masa depan.

Permintaan itu, disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi, dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, seperti dilaporkan kantor berita resmi Iran, IRNA, dikutip Sabtu (21/3/2026).

Dalam percakapan itu, Abbas Araghchi menyampaikan bahwa setiap upaya mengakhiri perang yang sedang berlangsung dengan AS dan Israel harus mencakup jaminan untuk mencegah serangan di masa depan.

“Jalan menuju normalisasi kondisi adalah penghentian serangan-serangan. Penghentian perang harus disertai dengan jaminan untuk mencegah terulangnya agresi semacam itu,” kata Abbas Araghchi.

Dia juga meminta Inggris untuk tidak memberikan dukungan apa pun kepada AS dan Israel selama konflik Timur Tengah, terutama dalam kerja sama di bidang militer dan media.

Seperti diketahui, AS telah menyerukan negara-negara Barat, juga Jepang dan Korea Selatan untuk mengirim pasukan guna membantu upaya membuka dan mengamankan Selat Hormuz.

“Tindakan seperti itu hanya akan meningkatkan eskalasi, dan membuat kondisi lebih rumit,” ujar Abbas Araghchi.

Dia juga mengkritik penyediaan pangkalan militer Inggris kepada AS, dan menilai tindakan itu sebagai partisipasi dalam agresi terhadap iran, dan akan tercatat dalam sejarah hubungan bilateral.

Menlu Iran juga mengkritik sikap Inggris dan beberapa negara Eropa lainnya, yang tidak mengambil sikap tegas terkait serangan AS dan Israel terhadap Iran saat sedang melakukan diplomasi untuk kesepakatan nuklir.

Terkait dengan serangan balasan Iran yang menyasar negara-negara tetangga di kawasan Timur Tengah, Araghchi mengatakan, hal itu merupakan upaya untuk membela kedaulatan Iran.

“”Kami menghormati kedaulatan negara-negara tetangga dan tidak berniat menyerang mereka, namun sayangnya pangkalan AS di negara-negara tersebut digunakan untuk menyerang kami. Pada saat yang sama, kami tetap memiliki hak inheren untuk membela kedaulatan dan kemerdekaan negara kami,” ungkap Araghchi.

Dia menilai, negara-negara Teluk gagal memenuhi tanggung jawab internasional untuk mencegah penggunaan wilayah mereka untuk serangan terhadap Iran. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Pemerintah Efektifkan WFH Pascalibur Lebaran Tahun 2026, Airlangga: Berlaku 1 Hari dalam Sepekan

BRIEF.Id - Pemerintah akan mengefektifkan kebijakan bekerja dari rumah...

Presiden Prabowo Meninjau Huntara untuk Korban Banjir Aceh Tamiang di Hari Lebaran

BRIEF.ID - Presiden ke-8 RI, Prabowo Subianto, meninjau hunian...

Presiden Prabowo Salat Id dan Rayakan Lebaran di Aceh Tamiang, Bagikan Sembako kepada Korban Banjir

BRIEF.ID - Presiden ke-8 RI, Prabowo Subianto, melakukan Salat...

Harga Minyak Dunia Turun Kala Negara-Negara Teluk Rayakan Idul Fitri

BRIEF.ID - Harga minyak dunia turun kala negara-negara Teluk...