BRIEF.ID – Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran Esmail Baghaei menegaskan, tidak ada pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS).
“Posisi Iran mengenai Selat Hormuz dan prasyarat untuk mengakhiri perang tetap sama seperti sebelumnya,” kata Baghaei seperti dikutip kantor berita resmi Iran, IRNA, Senin (23/3/2026).
Baghaei mengatakan, “pesan telah diterima dari beberapa negara sahabat mengenai permintaan AS untuk negosiasi untuk mengakhiri perang.
Penolakan muncul ketika perang AS-Israel di Iran memasuki minggu keempat, di mana militer Israel menyatakan telah melancarkan gelombang serangan baru di ibu kota Iran, Teheran, pada Senin (23/3/2026).
Iran juga terus menembakkan rudal dan drone di seluruh Timur Tengah dan menutup Selat Hormuz, jalur air penting di Teluk yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia.
Penutupan menyebabkan harga energi global melonjak dan menimbulkan kekhawatiran tentang meningkatnya korban jiwa akibat perang di seluruh dunia.
Bantahan serupa juga disampaikan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf. Melalui platform X, Qalibaf menyatakan “Tidak ada negosiasi yang dilakukan dengan AS, dan berita palsu digunakan untuk memanipulasi pasar keuangan dan minyak serta menghindari jebakan yang menjebak AS dan Israel.”
Unggahannya pada Senin (23/3/2026) itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran sangat ingin mencapai kesepakatan dan bahwa utusan AS sedang berbicara dengan seorang pemimpin Iran yang “dihormati.” (Al-Jazeera/Associated Press/nov)


