BRIEF.ID – Sejumlah pejabat tinggi Iran membantah klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa rezim Iran memohon kesepakatan gencatan senjata pada Rabu (1/4/2026), dan menegaskan bahwa Teheran berkomitmen untuk memenangkan perang.
Juru bicara kantor Presiden Iran Masoud Pezeshkian, dikutip dari New York Post, Kamis (2/4/2026) menolak unggahan Trump di Truth Social, yang mengklaim bahwa Teheran telah menghubungi Washington untuk kesepakatan perdamaian.
“Sikap Republik Islam Iran mengenai pertahanan tanah air terhadap serangan kekuatan jahat dan syarat-syarat untuk mengakhiri perang yang dipaksakan tidak berubah, dan sama sekali tidak ada penghargaan terhadap khayalan dan kebohongan para agresor kriminal,” tulis Seyyed Mehdi Tabatabaei di X.
Ia secara tegas menyatakan bahwa Bangsa Iran, teguh, kokoh, dan bersatu, membela esensi tanah airnya. #Persatuan adalah kunci kemenangan.
Esmail Baghaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, mengulangi bantahan itu dan mengecam pengumuman Trump sebagai “palsu dan tidak berdasar,” menurut media pemerintah.
Iran juga berkomitmen untuk tetap memegang kendali penuh atas Selat Hormuz, demikian pernyataan Korps Garda Revolusi Islam.


